Skip to main content

Kehidupan Masa Depan di Exoplanet Superhabitasi

www.LaporanPenelitian.com - Bintang sebelah mungkin tuan rumah dunia superhabitable. Bumi rumah kita, tapi planet nyaman lain bahkan mengorbit bintang tetangga. Planet lebih besar dengan laut dangkal seperti Indonesia dan Bahama.

Alpha Centauri B, bintang paling dekat dengan Matahari bisa menjadi sistem yang sempurna sebagai planet superhabitasi, sebuah dunia berpulau, laut dangkal dan lereng lembut di mana kondisi mendukung beragam bentuk kehidupan bertahan sampai 10 miliar tahun.

"Tak seorang pun pernah menyentuh pertanyaan apakah tempat-tempat lain mungkin menyediakan lingkungan lebih jinak dari Bumi," kata René Heller, fisikawan McMaster University di Hamilton, Ontario, Kanada.

Tapi rumah surga meminta biaya kepada setiap pengunjung dari Bumi. Tarikan gravitasi seperempat lebih kuat dari muka Bumi. Ilmuwan biasanya berasumsi tempat terbaik adalah planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang seperti Matahari.

Jadi Heller dan rekan menganalisa pada sejumlah kriteria hipotetik tambahan termasuk gravitasi planet, umur dan struktur internal untuk mengeksplorasi kemungkinan. Bumi telah menyelenggarakan hidup setidaknya 3,5 miliar tahun dalam awal terbentuknya 4,6 miliar tahun.

Sebaliknya, Heller mengatakan lokalitas kehidupan bisa muncul di dunia yang sedikit lebih besar dari Bumi yang mengorbit bintang jingga sedikit lebih kecil dari Matahari. Dukungan waktu bagi ekosistem mencapai kondisi yang optimal untuk berbagai kehidupan berevolusi.

"Anda ingin memiliki bintang host yang dapat menjaga planet di zona layak huni selama 7 samapai 10 miliar tahun, " kata Heller.

Planet sedikit lebih besar menyimpan panas internal yang cair bergerak lebih lama, mendorong lempeng tektonik yang mendaur ulang air dan nutrisi dan menciptakan medan magnet kuat yang melindungi planet dari radiasi bintang dan kosmik.
Superhabitable Worlds

René Heller1, John Armstrong2 et al.
  1. Department of Physics and Astronomy, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada
  2. Department of Physics, Weber State University, Ogden, Utah, USA
arXiv (Submitted on 10 Jan 2014)

Akses : arXiv:1401.2392

Gambar: ESO/L. Calçada/N. Risinger via Wikimedia Commons

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…