Skip to main content

Perlombaan Senjata Semut Gila Vs Semut Api

LaporanPenelitian.com - Semut Gila mengalahkan Semut Api dalam perlombaan senjata. Scene sengit Dracula vs Frankenstein atau bahkan King Kong vs Godzilla, tapi Anda dapat menambahkan ke daftar pertempuran epik baru: Semut Gila (Nylanderia fulva) vs Semut Api (Solenopsis invicta).

Dua penduduk asli Amerika Selatan yang muncul dan telah menguasai seluruh dunia dalam pertempuran abadi. Dua spesies berkelahi satu sama lain atas makanan dan sarang, Semut Gila (Nylanderia fulva) vs Semut Api (Solenopsis invicta) yang hidup bersinggungan di ceruk ekologi sama.

Semut Gila berjalan zig-zag seperti orang gila membangun cara unik untuk menetralkan racun Semut Api. Mereka mencoreng racun tubuh sendiri setelah dipukul racun dan berhasil detoksifikasi. Sistem pertahanan kimia game-changer dalam perlombaan senjata evolusioner.

Semut Api sangat invasif dengan racun fatal, bahkan lebih mematikan dari DDT. Tapi Semut Gila mendapat untung prosedur detoksifikasi. Ia berdiri di belakang dan kaki tengah, merembes asam format dari kelenjar di ujung abdomen, smear pada tubuh dan menetralkan racun.

"Saya ingin memahami mengapa Semut Gila kuning kecoklatan ini mampu menggantikan Semut Api sebagai pesaing serius dan sangat sulit dikalahkan. Semut Api adalah pelanggan cukup buruk," kata Edward LeBrun, ekolog University of Texas di Austin.




Edward G. LeBrun (Brackenridge Field Laboratory, Department of Integrative Biology, The University of Texas at Austin, 2907 Lake Austin Boulevard, Austin, TX 78703, USA) et al. Chemical Warfare Among Invaders: A Detoxification Interaction Facilitates an Ant Invasion. Science, February 13 2014, DOI:10.1126/science.1245833
Gambar: Lawrence Gilbert
Video: University of Texas at Austin

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.