Skip to main content

Mangarevan Polinesia Pakai Matematika Binary

Penelitian - Polinesia menciptakan matematik binary, sistem bilangan biner jauh lebih tua dari temuan komputer bahkan matematika Bangsa Barat. Penduduk pulau kecil Polinesia berbicara bahasa komputer sebelum programmer lahir bahkan 2 abad sebelum Gottfried Leibniz menemukan kalkulus tahun 1703.

Sistem desimal menggunakan base-10 karena pola berulang 10 nomor yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 diikuti 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19. Tapi ini bukan satu-satunya sistem penghitungan. Babilonia menggunakan base-60 dan Maya base-20. Aborigin Australia mungkin menggunakan base-5.

Hari ini kita menggunaan penghitungan komputer tidak dalam desimal tetapi biner yaitu base-2 dengan angka 1 dan 0. Setiap sistem memiliki kelebihan halus tergantung jenis penghitungan. Sistem desimal mudah diingat karena manusia memiliki 10 jari.

Tapi sistem lain lebih baik karena kelemahan 10 memiliki 2 faktor (2 dan 5 ), membaginya dengan hasil pertiga terbatas (0,3333...). Sedangkan sistem base-12 menghasilkan solusi lebih bagus. Beberapa matematikawan telah menganjurkan standar dunia beralih base-12.

Sementara binary memiliki kaki desimal seperti temuan Leibniz 300 tahun lalu. Sebagai contoh, meskipun angka dalam biner menjadi lebih panjang, perkalian lebih mudah karena satu-satunya fakta-fakta dasar diingat adalah 1 x 1 = 1 dan 0 x 0 = 1 x 0 = 0 x 1 = 0.

Andrea Bender dan Sieghard Beller, antropolog University of Bergen di Norwegia mendating suku berbahasa Mangarevan di Polinesia Prancis sekitar 5000 kilometer selatan Hawaii kembali sebelum tahun 1500. Seperti dalam sistem desimal, sistem matematika mereka campuran base-10 dan base-2.

"Saya sangat senang hingga tidak bisa tidur malam itu," kata Bender.

Sistem mungkin tercipta karena penduduk pulau menghitung item budaya penting seperti kelapa dalam kelompok 1, 2, 4 dan 8. Tapi Mangarevan juga melakukan perdagangan jarak jauh termasuk ke Hawaii, sehingga membutuhkan cara efisien untuk menghitung angka lebih besar.

"Mangarevan menemukan cara untuk mengkompensasi kelemahan sistem biner murni dengan mencampur desimal sehingga mengguasai numerik pada tingkat lanjutan. Mereka layak posisi terkemuka teorisasi kognisi numerik," kata Beller.
Mangarevan invention of binary steps for easier calculation

Andrea Bender1 and Sieghard Beller.
  1. Department of Psychosocial Science, University of Bergen, N-5020 Bergen, Norway
Proceedings of the National Academy of Sciences, December 16, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1309160110

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…