Skip to main content

Simpanse Pan troglodytes Rasionalis Tak Kompromis

Laporan penelitian - Rasional, tidak kompromis. Simpanse (Pan troglodytes) sensitif pengaruh sosial, tetapi mengubah strategi diri sendiri untuk memecahkan masalah daripada mengikuti mayoritas. Individu melakukan perubahan strategi ketika ada pahala lebih besar.

Simpanse (Pan troglodytes) memiliki rasa ingin tahu besar, kaya perilaku belajar baik individu maupun sosial. Tapi mereka tidak meninggalkan preferensi pribadi, bahkan ketika perilaku akrab menjadi sangat tidak efektif. Tapi bagaimana fleksibilitas simpanse menyesuaikan perilaku?

Edwin van Leeuwen, kognisian Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen, dan rekan membuat serangkaian eksperimen pada 16 simpanse captive di Wolfgang Kohler Primate Research Center di Leipzig dan 12 simpanse semi-liar di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust, Zambia.

Simpanse dilatih menggunakan 2 mesin berbeda. Kelompok minoritas dengan 1 mesin dan kelompok mayoritas dengan mesin lain. Bola kayu dilemparkan ke kandang, simpanse yang bisa memasukkan bola ke dalam mesin menerima 1 kacang untuk setiap bola.

Van Leeuwen dan rekan bertujuan mereplikasi penelitian sebelumnya dan melihat apakah simpanse dalam kelompok minoritas mengubah perilaku mereka untuk menggunakan mesin yang digunakan kelompok mayoritas. Simpanse minoritas mengubah strategi dan bergabung dengan mayoritas.

Eksperimen kedua, profitabilitas diubah dimana mesin minoritas lebih menguntungkan. Seiring waktu, simpanse mayoritas mengamati simpanse minoritas mendapat lebih banyak kacang. Individu mayoritas secara bertahap beralih menggunakan mesin minoritas.

"Ketika tidak mudah mengubah perilaku di bawah pengaruh mayoritas, mereka memilih mengubah perilaku karena dapat memaksimalkan hadiah. Kacang lebih berharga dari popularitas," kata Van Leeuwen.

"Mereka mungkin gigih dalam strategi sukses dan lebih akrab mengadopsi strategi efektif mayoritas, tetapi mereka mencari insentif dengan mengubah perilaku ketika memperoleh manfaat lebih tinggi di tempat lain," kata Van Leeuwen.




Chimpanzees (Pan troglodytes) Flexibly Adjust Their Behaviour in Order to Maximize Payoffs, Not to Conform to Majorities

Edwin J. C. Van Leeuwen1 et al.
  1. Max Planck Research Group for Comparative Cognitive Anthropology, Max Planck Institute for Psycholinguistics, Nijmegen, The Netherlands
PLoS ONE, November 27, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0080945

Gambar: Max Planck Institute for Psycholinguistics
Video: Edwin J. C. Van Leeuwen et al., DOI:10.1371/journal.pone.0080945

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…