Skip to main content

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Pada tahun 2012 Paul Patterson, neurobiolog California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, menciptakan tikus autism dengan menyuntik zat kimia meniru infeksi virus ke induk hamil. Ibu-ibu tikus melahirkan keturunan yang kurang bersosialisasi dan lebih cemas dibanding tikus liar.

Tikus autistik juga memiliki 'usus bocor' di mana dinding usus meresap dan zat tembus. Beberapa penelitian lain telah menemukan bahwa manusia autis juga cenderung memiliki gangguan pencernaan yang menunjukkan dua masalah mungkin terkait.

Tim Caltech melakukan sensus bakteri dalam perut. Tikus dengan gejala autisme memiliki tingkat lebih rendah bakteri Bacteroides fragilis yang biasanya hadir dalam usus dibanding tikus normal. Ketika tim memberi Bacteroides fragilis, tikus berperilaku jadi normal dan sympton gastrointestinal membaik.

"Fakta bahwa kita memiliki organisme usus sangat menarik. Alat untuk menguji apakah kelainan usus dapat berkontribusi terhadap autisme," kata Sarkis Mazmanian, microbiolog Caltech.

Selanjutnya tim mencoba eksplorasi untuk menentukan bagaimana bakteri 'ngelink' otak dengan memeriksa struktur darah tikus autis dan tikus tikus normal di mana tanda tangan materi kimia menunjuk proses sel bekerja dalam tubuh.

Tim Caltech menemukan darah tikus autism memiliki kadar materi kimia disebut 4-ethylphenylsulphate (4EPS) sebesar 46 kali lebih tinggi dari tikus kontrol. Zat ini secara struktural mirip materi kimia disebut para-cresol yang tinggi manusia autis.

Ketika tim menyuntikkan 4EPS ke tikus normal, mereka mulai berperilaku seperti tikus autis, obsesif pengulanggan beberapa perilaku dan mencicit berbeda ketika menyapa tikus lain. Meskipun masih belum jelas apakah 4EPS dibuat oleh Bacteroides fragilis tapi tampak jelas dibuat oleh bakteri usus.

"Kami mengusulkan bahwa pasca perbaikan usus bocor, molekul neurotoksik tidak masuk ke dalam sistem yang menyebabkan kelainan perilaku," kata Mazmanian.
Elaine Y. Hsiao (Division of Biology and Biological Engineering, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA Division of Chemistry and Chemical Engineering, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA) et al. Microbiota Modulate Behavioral and Physiological Abnormalities Associated with Neurodevelopmental Disorders. Cell, 05 December 2013; DOI:10.1016/j.cell.2013.11.024

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …