Skip to main content

Virus Denisovan dan Neanderthal di Manusia Modern

LaporanPenelitian.com - Virus Denisovan dan Neanderthal menyelinap dalam DNA Manusia modern. Entah bagaimana Homo sapiens mengindap virus yang sama diindap orang-orang yang hidup di Gua Denisova dan Homo neanderthalensis.

Manusia berbagi beberapa persen DNA kuno sepupu punah termasuk virus Zaman Batu. DNA virus Denisovan dan Neanderthal bersembunyi di manusia modern. DNA virus kuno pertama kali diidentifikasi pada manusia modern, meskipun menyebabkan penyakit yang belum jelas.

Pada tahun 2012 tim Albert Einstein College of Medicine menemukan sisa-sisa 14 virus kuno dalam sekuen genom tulang Denisovan dan Homo neanderthalensis. Dating kembali sekitar 40.000 tahun lalu. Tapi mereka gagal menemukan keluarga retrovirus HML2 ini dalam referensi genom Homo sapiens.

Hingga tim Oxford University membandingkan data Neanderthal dan Denisovan ke data genetik pasien kanker manusia modern dan mengidentifikasi 1 virus Neanderthal dan 7 virus Denisovan. Retrovirus HML2 dan penyakit modern termasuk HIV dan kanker saling terkait.

"Bagaimana pasien HIV menanggapi HML2 terkait dengan seberapa cepat pasien mengembangkan AIDS sehingga jelas ada koneksi di sana," kata Gkikas Magiorkinis, zoolog University of Oxford di Inggris.

"Pasien HIV juga berisiko lebih tinggi terkena kanker untuk alasan yang sulit dipahami. Ada kemungkinan faktor risiko adalah genetik dan dapat dipergunakan bersama dengan HML2. Mereka juga aktif pada kanker dan infeksi HIV," kata Magiorkinis.

Tim ini sekarang menyelidiki apakah virus kuno mempengaruhi risiko seseorang terkena penyakit seperti kanker. Menggabungkan teori evolusi dan populasi genetika, mereka ingin menguji apakah virus ini masih aktif atau penyakit penyebab pada manusia modern.

"Dalam 5 tahun ke depan, kita harus dapat kepastian apakah virus purba ini memainkan peran dalam penyakit manusia modern. Virus ini menyebabkan penyakit pada tikus tapi belum pernah terbukti menyebabkan penyakit pada manusia," kata Robert Belshaw, biolog Plymouth University di Inggris.
Emanuele Marchi (Department of Zoology, University of Oxford, Oxford OX1 3PS, UK) et al. Neanderthal and Denisovan retroviruses in modern humans, Current Biology, Volume 23, Issue 22, R994-R995, 18 November 2013, DOI:10.1016/j.cub.2013.10.028
Lorenzo Agoni (Department of Pathology, Albert Einstein College of Medicine, 1300 Morris Park Avenue, Bronx, NY 10461, USA) et al. Neandertal and Denisovan retroviruses. Current Biology, Volume 22, Issue 11, R437-R438, 5 June 2012, DOI:10.1016/j.cub.2012.04.049
K. Boller/Paul-Ehrlich-Institute

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.