Skip to main content

Monyet Kontrol Dua Lengan Virtual Dengan Pikiran

Laporan Penelitian - Monyet mengendalikan dua lengan virtual dengan pikiran saja. Hanya dengan memikirkannya, monyet yang diberi kemampuan dapat mengendalikan 2 lengan maya secara bersamaan.

Teknologi yang sama dapat segera memberi orang lumpuh kontrol kerangka ekstra bahwa mereka bergerak dengan pikiran sendiri. Eksperimen sebelumnya, baik pada monyet dan manusia, mampu mengendalikan lengan prostetik tunggal dengan menggunakan pikiran.

Elektroda ditempatkan di otak membawa pola tertentu aktivitas listrik yang terjadi ketika seseorang berpikir tentang bergerak. Pola ini kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan yang sebenarnya dalam prostesis. Tapi cara ini hanya mungkin untuk mengendalikan anggota tubuh tunggal.

Untuk mencapai gerakan bimanual, Miguel Nicolelis, neurosaintis Duke University di Durham, North Carolina, dan rekan mencatat aktivitas listrik individu hampir 500 neuron tunggal di somatosensori dan korteks motor di kedua sisi otak monyet.

"Kami percaya itu jumlah terbesar neuron secara simultan dicatat pada primata non-manusia," kata Nicolelis.

Nicolelis melatih monyet untuk memindahkan tangan representasi virtual dari dirinya sendiri untuk mengikuti 2 sasaran bergerak di layar. Ini melibatkan bagaimana menggerakkan tangan virtual avatar menggunakan dua joystick. Sementara algoritma komputer mencocokkan aktivitas otak untuk gerakan.




Peter J. Ifft (Department of Biomedical Engineering, Duke University, Durham, NC 27708, USA; Center for Neuroengineering, Duke University, Durham, NC 27708, USA) et al. A Brain-Machine Interface Enables Bimanual Arm Movements in Monkeys, Science Translational Medicine, 6 November 2013: Vol.5, Issue 210, p.210ra154, DOI:10.1126/scitranslmed.3006159
Gambar dan video: Nicolelis Lab/Duke Center for Neuroengineering

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.