Skip to main content

Kuil Maya Devi di Lumbini Nepal Kelahiran Buddha

LaporanPenelitian.com - Fragmen kayu 2.500 tahun di bawah kuil tempat kelahiran Buddha. Dating sisa-sisa struktur kayu di tempat kelahiran Buddha setidaknya abad ke-6 sebelum masehi membuka sekilas langka praktik keagamaan kuno di Asia Selatan.

Penggalian tahun 2011 dan 2012 di bawah Maya Devi Temple di Lumbini, Nepal, memberi pemahaman lebih jelas ketika Buddha hidup dan bagaimana Buddhisme berkembang menjadi agama. Arkeolog menunjukkan akar literal agama. Pohon kuno mendahului semua situs Buddha.

"Tidak ada ulama sebelumnya yang benar-benar mengekspos dan menanggal struktur pra-Asoka," kata Robin Coningham, arkeolog di Durham University di Inggris.

Catatan arkeologi Buddhisme kembali ke zaman Asoka, seorang kaisar India antusias memeluk Buddha pada abad ke-3 SM yang membentang dari Afghanistan hingga Bangladesh. Tapi kebijaksaan Buddha mungkin kawruh 3 abad sebelumnya.

Maya Devi Temple di Lumbini sebuah situs bangunan kayu di bawah serangkaian candi bata. Struktur kayu berisi ruang terbuka di tengah yang menghubungkan kisah kelahiran Sang Buddha. Dating radiokarbon keluar waktu 800 hingga 550 SM.

Krusial, struktur kayu diatur memusat mirip desain candi Asoka. Coningham dan rekan menemukan sisa-sisa akar pohon kuno, tapi anehnya bebas dari puing-puing yang biasanya ditinggalkan manusia. Ratu Maya Devi melahirkan Sang Buddha sambil berpegangan cabang pohon di Lumbini Garden.

Lumbini salah satu situs kunci kehidupan Sang Buddha. Situs lainnya adalah Bodh Gaya ketika ia mengalami Sarnath, kemudian Kusinagara di mana ia meninggal di usia 80 tahun. Kuil-kuil ini masih populer di awal dan tengah milenium pertama Masehi.

Lumbini kuno pernah hilang dan ditumbuhi hutan di abad pertengahan. Pada tahun 1896 renovasi dilakukan. Pilar dari abad ke-3 masih berdiri, sebuah prasasti mendokumentasikan kunjungan Kaisar Asoka ke tempat kelahiran Buddha.

"Kuil pohon Lumbini kesempatan langka di mana keyakinan, tradisi, arkeologi dan ilmu pengetahuan datang bersama-sama," kata Coningham.




R.A.E. Coningham (Department of Archaeology, Durham University, South Road, Durham DH1 3LE, UK) et al. The earliest Buddhist shrine: excavating the birthplace of the Buddha, Lumbini (Nepal). Antiquity, Volume: 87, Number: 338, Page: 1104-1123
Gambar: Ira Block/National Geographic
Video: National Geographic

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.