Skip to main content

Awan Smith Cloud Menabrak Galaksi Bima Sakti

Laporan Penelitian - Awan raksasa diharapkan akan bertabrakan dengan Galaksi Bima Sakti. Magnetosasi Smith Cloud, pita raksasa gas hidrogen dijadwalkan terjun ke galaksi kita dalam waktu kurang dari 30 juta tahun.

Ditemukan pada tahun 1963 oleh astronom Belanda Gail Bieger, Smith Cloud satu dari ribuan awan terbang berkecepatan tinggi di pinggiran Galaksi Bima Sakti. Awan setidaknya 2 juta kali massa Matahari. Jika dilihat dengan mata telanjang terlihat 20 kali lebih lebar bulan purnama.

"Awan seperti ini cukup sebagai bahan bakar bagi Galaxy kita membuat bintang baru. Tapi mereka harus berpegang bersama atau hancur ketika menabrak bagian luar Galaxy disebut Halo," kata Alex Hill, astronom Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.


Ini sangat keren. Awan gila-gilaan menyapu perjalanan dengan kecepatan 130 km per detik, awan ini hanya 8.000 tahun cahaya dari disk Galaxy. Smith Cloud memiliki pelindung medan magnet yang membuatnya tetap kempal menyatu dengan cara yang sama medan magnet Bumi melindungi diri dari angin Matahari.

Para astronom berpikir asal-usul beberapa awan berasal dari gelembung gas Buma Sakti. Beberapa gas primordial yang dicabik-cabik gravitasi galaksi kecil tetangga. Smith Cloud mungkin kondensasi gas semi-primordial dari Halo Bima Sakti atau gas dilucuti dari galaksi lain.

Termuan ini juga diharapkan bisa membantu menjelaskan bagaimana awan berkecepatan tinggi sebagian besar tetap utuh selama proses merger dengan disk galaksi lain di mana mereka menyediakan bahan bakar segar untuk munculnya generasi bintang baru.
Magnetized Gas in the Smith High Velocity Cloud

Alex S. Hill, S. A. Mao, Robert A. Benjamin, Felix J. Lockman, Naomi M. McClure-Griffiths

arXiv (last revised 11 Sep 2013)

Akses : arXiv:1309.2553v2

Gambar: Bill Saxton/NRAO/AUI/NSF

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.