Skip to main content

Virus Herpes Simplex Tipe 1 Out of Africa

Laporan Penelitian - Gen virus Herpes mendukung teori migrasi Out of Africa. Sekuen genom 31 strain Virus Herpes di Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Utara mendukung teori migrasi kuno.

"Strain virus yang Anda prediksi berdasarkan sekuen genom manusia. Kami menemukan semua isolat cluster bersama Afrika. Semua virus dari Timur Tengah, Korea, Jepang, China, Eropa dan Amerika," kata Curtis Brandt, mikrobiolog University of Wisconsin-Madison.

"Kami temukan persis seperti antropolog katakan kepada kita dan ahli genetika molekuler yang telah menganalisis genom manusia tentang di mana manusia berasal dan bagaimana mereka menyebar di seluruh planet," kata Brandt.

Nenek moyang manusia muncul di Afrika sekitar 150.000 sampai 200.000 tahun lalu kemudian menyebar ke arah timur menuju Asia dan barat menuju Eropa. Para ilmuwan sebelumnya menyelidiki Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV-1) dengan melihat satu atau sekelompok kecil gen, namun pendekatan ini bisa menyesatkan.

Brandt dan rekan menggunakan sekuen genetik berkapasitas tinggi dan bioinformatika lebih canggih untuk menganalisis sejumlah besar data dari genom 31 strain HSV-1. Masing-masing pohon keluarga digabungkan ke dalam satu jaringan pohon seluruh genom.

"Sampel di Texas datang dari seseorang yang melakukan perjalanan dari Timur Jauh atau berasal dari Amerika asli yang nenek moyangnya menyeberangi Selat Bering sekitar 15.000 tahun lalu," kata Aaron Kolb, optalmolog University of Wisconsin-Madison.

HSV-1 jadi virus ideal karena mudah dikumpulkan, tidak mematikan dan mampu membentuk infeksi laten seumur hidup. Virus menyebar melalui kontak dekat sehingga cenderung berjalan dalam keluarga. Selain itu HSV-1 jauh lebih sederhana dibanding genom manusia yang memotong biaya sekuensing.
Using HSV-1 Genome Phylogenetics to Track Past Human Migrations

Aaron W. Kolb1 et al.
  1. Department of Ophthalmology and Visual Sciences, School of Medicine and Public Health, University of Wisconsin-Madison, Madison, Wisconsin, United States of America
PLoS ONE, October 16, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0076267

Gambar: Aaron W. Kolb et al., DOI:10.1371/journal.pone.0076267

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…