Skip to main content

Sistem Saraf Arthropoda Cambrian 520 Juta Tahun

Laporan Penelitian - Makhluk bercakar memiliki sistem saraf kalajengking. Pemindaian sistem saraf menulis novel evolusioner beberapa makhluk merayap di dasar laut 520 juta tahun lalu.

Paleontolog telah lama berdebat di mana hewan-hewan ini ditempatkan dalam pohon keluarga arthropoda, berbagai kelompok mencakup serangga, laba-laba, kaki seribu dan trilobita. Sekarang pemindaian teknologi memberi petunjuk kerabat evolusioner terdekat.


Sistem saraf lengkap terawetkan dalam fragmen fosil makhluk yang merangkak atau berenang di laut 520 juta tahun lalu menunjuk nenek moyang laba-laba dan kerabat mereka hidup berdampingan dengan nenek moyang krustasea di era Cambrian.

Megacheirans memiliki sistem saraf pusat sangat mirip kepiting tapal kuda dan kalajengking hari ini. Para ilmuwan mengidentifikasi makhluk panjang 3 sentimeter yang digali dari formasi Chengjiang dekat Kunming di Cina barat daya sebagai wakil genus punah Alalcomenaeus.

Keluarga ini memiliki tubuh memanjang dilengkapi selusin pasang pelengkap yang memungkinkan berenang atau merangkak.

Gengo Tanaka, teknolog Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology di Yokosuka, dan rekan membuat struktur saraf 3D spesimen menggunakan computed tomography (CT) scanner, sementara mikroskop X-ray untuk mengukur distribusi kimia dalam tubuh.
Gengo Tanaka (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, Yokosuka 2370061, Japan) et al. Chelicerate neural ground pattern in a Cambrian great appendage arthropod. Nature, 16 October 2013, DOI:10.1038/nature12520
Gambar 1 dan 3: N. Strausfeld/UA; gambar 2: Xianguang Hou/YKLP, China

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.