Skip to main content

Scan Mineralisasi Gigi Palsu Spesies Conodont

Laporan Penelitian - Scan gigi pertama palsu. Berbentuk kerucut, struktur mineral mengelilingi mulut makhluk kuno seperti belut yang membantu mereka memegang dan memamah makanan bukanlah gigi.

Salah satu teori bagaimana gigi pertama kali muncul pada makhluk bertulang punggung, kelompok yang saat ini termasuk manusia, harus ditinggalkan sepenuhnya. Makhluk-makhluk kuno yang memakai struktur ini dikenal sebagai conodont atau gigi berbentuk kerucut.

Hewan-hewan seperti belut yang hidup di lautan 530-200 juta tahun lalu adalah beberapa vertebrata paling primitif dalam catatan fosil. Mereka tidak memiliki rahang atau tulang lainnya. Satu-satunya bagian adalah struktur seperti gigi dari kalsium fosfat, mineral yang sama dalam enamel gigi manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir peneliti mengusulkan bahwa dentikel pertama kali muncul di dalam mulut seperti gigi dan kemudian berkembang menjadi sisik. Namun temuan baru menunjukkan dentikel dan gigi berasal dari jaringan yang berbeda. Jadi saatnya untuk membuang hipotesis itu.

Analisis baru pada spesies conodont menunjukkan panjang dan bentuk bervariasi dengan beberapa struktur kemungkinan digunakan untuk menangkap dan menahan mangsa sementara yang lain bertugas untuk memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil.

Identifikasi fitur kunci conodont awal tumbuh dalam serangkaian langkah dengan stadium pertumbuhan menambahkan cincin mineral hanya sepanjang sisi bagian keras berbentuk kerucut tetapi tidak pada tips. Biasanya, lapisan enamel gigi vertebrata membentuk seluruh gigi sekaligus sebagai akhir perkembangan.

"Meskipun hasil akhirnya tampak seperti gigi, tapi ini bukan," kata Philip Donoghue, paleontolog University of Bristol di Inggris.

Bentuk-bentuk paling awal bagian keras conodont berevolusi sama sekali berbeda dari jaringan yang dilakukan gigi vertebrata. Implikasi bagi hipotesis evolusi awal vertebrata meliputi ikan, reptil dan makhluk lain mengandung struktur keras disebut dentikel.
Duncan J. E. Murdock (School of Earth Sciences, University of Bristol, Wills Memorial Building, Queen’s Road, Bristol BS8 1RJ, UK) et.al. The origin of conodonts and of vertebrate mineralized skeletons. Nature, 16 October 2013, DOI:10.1038/nature12645
Gambar: D. J. E. Murdock

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.