Skip to main content

Pohon Naga Dracaena kaweesakii di Kuil Kapur

Laporan Penelitian - Spesies baru Pohon Naga ditemukan di Burma dan Thailand. Tim dari Thailand, Inggris, Belanda dan Polandia mendeskripsi spesies baru Pohon Naga, Dracaena kaweesakii, yang luar biasa.

Tinggi 12 meter diberi nama Dracaena kaweesakii. Nama spesifik kaweesakii sebagai kehormatan bagi biolog Thailand yang juga anggota tim Kaweesak Keeratikiat. Karakteristik Dracaena kaweesakii relatif indah dibanding naga Pulau Canary Dracaena draco.

Ini spesies penting secara ekologis hanya ditemukan di perbukitan kapur dan gunung-gunung yang sering dikaitkan kuil Buddha di Thailand. Pohon dengan percabangan luas dan daun berbentuk pedang yang lembut dengan tepi putih dan bunga krim dengan filamen oranye terang.

Semua fitur sangat khas. D. kaweesakii diekstrak dari alam digunakan dalam hortikultura di Thailand dan merupakan salah satu spesies populer dengan percabangan luas.

Spesies baru semakin populer karena mitologi orang Thailand menganggap pohon membawa keberuntungan bagi rumah tangga.

"Sejumlah penduduk dilindungi oleh kedekatan dengan kuil atau yang dipindahkan ke kebun mereka. Tidak ada bukti langsung over-ekstraksi," kata Paul Wilkin, botanis Royal Botanic Gardens, di Kew, Richmond, Inggris.

"Tetapi studi keberlanjutan dibutuhkan di tingkat populasi untuk menjamin perlindungan spesies yang indah ini. D. kaweesakii diduga terancam dengan distribusi terbatas, pertambangan batu kapur dan ekstraksi pohon untuk kebun," kata Wilkin.
A new species from Thailand and Burma, Dracaena kaweesakii Wilkin & Suksathan (Asparagaceae subfamily Nolinoideae)

Paul Wilkin1 et al.
  1. Royal Botanic Gardens, Kew, Richmond, Surrey, TW9 3AB, UK
PhytoKeys, 2 October 2013

Akses : DOI:10.3897/phytokeys.26.5335

Gambar: Paul Wilkin et al., DOI:10.3897/phytokeys.26.5335

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.