Skip to main content

Percakapan Monyet Marmoset Callithrix jacchus

Laporan Penelitian - Marmoset terbukti pembicara yang sopan. Monyet Callithrix jacchus mengambil waktu secara bergiliran untuk berbicara satu sama lain seperti manusia.

Mungkin tidak sama persis, tapi Anda tahu bagaimana mengambil giliran dalam percakapan yang baik, setidaknya satu kesamaan dengan monyet kecil seukuran tikus Callithrix jacchus yang menunggu satu sama lain untuk berhenti mengutarakan sebelum mereka merespon selama pertukaran vokal.

Satu pijakan hipotesis bagaimana manusia datang menjadi pembicara yang sopan. Bergiliran merupakan landasan komunikasi verbal manusia dan umum di semua bahasa. Tetapi tidak ada bukti pada primata non-manusia dan tidak jelas bagaimana etika berbicara berevolusi.

Hipotesis gestural menunjukkan manusia entah bagaimana membangun saraf yang mendasari gerakan koperasi seperti menunjuk ke sesuatu untuk menarik perhatian orang lain pada suatu ketika dan menerapkan vokalisasi secara bersamaan.

Daniel Takahashi, neurosaintis Princeton University di New Jersey, dan rekan ingin melihat apakah spesies primata non-manusia mampu melakukannya. Monyet Marmoset (Callithrix jacchus) proposial seperti manusia, bersahabat satu sama lain dan saling berkomunikasi menggunakan vokalisasi.

Mereka bertukar vokal dan mendengar tanpa melihat satu sama lain dan tidak pernah dilakukan pada waktu yang sama. Sebaliknya, mereka selalu menunggu jeda waktu sekitar 5 detik setelah pidato orang lain selesai sebelum dijawab lainnya.

"Alternatif masuk akal untuk hipotesis gestural. Kita bisa melewati lompatan misterius ini dari gerakan manual vokalisasi," kata Asif Ghazanfar, neurosaintis Princeton University.

Perilaku vokal mungkin berkembang dalam spesies yang sangat sosial dan panggilan digunakan untuk berkomunikasi. Koordinasi merupakan salah satu dari banyak aspek evolusi bahasa manusia yang sulit diselidiki karena bahasa sangat berbeda dari apa yang dilakukan hewan.

Sekarang Ghazanfar dan tim menggunakan marmoset sebagai model untuk menyelidiki mekanisme saraf di belakang kerjasama vokalisasi dan mempelajari bagaimana interaksi awal kehidupan mempengaruhi perkembangan sifat tersebut.
Daniel Y. Takahashi (Neuroscience Institute, Princeton University, Princeton, NJ 08540, USA; Department of Psychology, Princeton University, Princeton, NJ 08540, USA) et al. Coupled Oscillator Dynamics of Vocal Turn-Taking in Monkeys. Current Biology, 17 October 2013, DOI:10.1016/j.cub.2013.09.005
Gambar: Dario Sanches/Wikimedia Commons

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.