Skip to main content

Multi Planet Mengorbit Miring Bintang Kepler-56

Laporan Penelitian - Kepler menemukan sistem tata bintang miring. Pengamatan NASA Kepler menunjukkan 2 planet yang mengelilingi sebuah bintang pada sudut 45 derajat.

Planet-planet di Tata Surya, Bumi terbentuk dari piringan pipih gas dan debu berputar di sekitar ekuator Matahari, sehingga semua start dari bidang yang sama. Orbit Bumi membentuk sudut hanya 7,2 derajat dengan bidang ekuator Matahari. Tapi perburuan exoplanet selalu memberi kejutan.

Lima tahun lalu, astronom terkejut menemukan sebuah planet mengorbit pada sudut curam terhadap ekuator bintang host. Beberapa planet bahkan berjalan mundur, mengorbit dalam arah berlawanan dengan rotasi bintang. Exoplanet hot Jupiter, WASP-79B, miring pada sudut sekitar 106 derajat.

Tapi tidak ada yang pernah melihat sistem bintang dengan misaligned multi planet hingga kini. Sekarang temuan NASA Kepler memberi jendela wawasan tentang bagaimana beberapa planet datang pertama kali mengorbit bintang pada jalur tidak sejajar khatulistiwa.

Daniel Huber, astronom NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, dan rekan memandang Kepler-56, bintang kira-kira 860 parsecs (2.800 tahun cahaya) dari Bumi. Kepler mendeteksi ketika planet-planet memblokir cahaya bintang sehingga lahan orbit berorientasi pada baris saling berhadapan.

Kepler-56 adalah bintang raksasa 4 kali Matahari dan memancarkan cahaya 9 kali lebih banyak. Kepler menangkap variasi cahaya yang timbul dari vibrasi bintang dan terlihat berbeda tergantung pada apakah bintang tersebut dilihat di khatulistiwa, kutup atau di antaranya.

Bidang ekuator miring 45 derajat ke orbit planet. Untuk mengetahui penyebab memiringkan, Huber dan rekan mengukur kecepatan ruang Kepler-56 menggunakan teleskop Keck I/10 meter di Mauna Kea Hawaii.

"Ini adalah kejutan besar. Terungkap pelakunya," kata Huber.

Objek jauh memberi tarikan gravitasi yang membuat penundaaan gerakan bintang dan orbit miring planet. Meskipun kemiringan besar, orbit planet tetap selaras satu sama karena berada dalam resonansi. Satu planet mengambil 2 kali evolusi untuk mengelilingi bintang, sehingga secara berkala gravitasi menyenggol satu sama lain.

"Tarikan berlangsung terus menerus pada orbit yang lebih kecil, menarik mereka ke dalam orbit miring," kata Steve Kawaler, astronom Iowa State University dan kepala Kepler Asteroseismic Investigation.
Daniel Huber (NASA Ames Research Center, MS 244-30, Moffett Field, CA 94035, USA) et al. Stellar Spin-Orbit Misalignment in a Multiplanet System. Science, 18 October 2013: Vol.342 no.6156 pp.331-334, DOI:10.1126/science.1242066
Gambar: Daniel Huber/NASA's Ames Research Center

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.