Skip to main content

Mimikri Belalang Sembah Hymenopus coronatus

Laporan penelitian - Belalang Anggrek menyamar sebagai umpan mangsa. Mimikri sejenis belalang sembah predator, Hymenopus coronatus, menjebak mangsa penyerbuk bunga aggrek.

Belalang sembah menyamarkan dirinya sebagai anggrek lebih menarik bagi penyerbuk daripada bunga riil. Satu konfirmasi teori yang dipegang lama tentang serangga yang pertama kali diusulkan pada abad ke-19.

Pada tahun 1879, wartawan Australia James Hingsley kembali dari Indonesia mambawa kisah anggrek merah karnivora yang memangsa kupu-kupu dan memakannya hidup-hidup. Namun kisah 'Anggrek Merah' bukanlah bunga tetapi belalang sembah.

"Hymenopus coronatus terkenal karena kemiripan luar biasa dengan mekar kelopak bunga, namun karena sulit ditangkap belum pernah diteliti secara eksperimental," kata James O'Hanlon, biolog Macquarie University di Sydney.


O'Hanlon dan rekan menggunakan Belalang Sembah Anggrek dari koleksi pribadi di Malaysia. Spektrometer membandingkan warna belalang bagi bunga habitat asli. Di laboratorium lapangan berbasis hutan hujan di dekat Kuala Lumpur, O'Hanlon menempatkan belalang pada stik bersama anggrek.

"Dari perspektif penyerbuk, warna-warna bunga tumpang tindih dengan belalang," kata O'Hanlon.

Meskipun spesies belalang lainnya memiliki mimikri bintik yang memungkinkan bersembunyi di antara bunga dan ranting, Hymenopus coronatus satu langkah menjadi bunga itu sendiri dan satu langkah lebih evolusioner dibanding penglihatan serangga penyerbuk.
O'Hanlon JC et.al. Pollinator deception in the orchid mantis. The American Naturalist, September 23, 2013, DOI:10.1086/673858
Gambar: Philipp Psurek/Wikimedia Commons (atas); James O'Hanlon/Macquarie University (bawah)

Comments

Post a Comment

Popular

An Evolutionarily-conserved Wnt3/β-catenin/Sp5 Feedback Loop Restricts Head Organizer Activity in Hydra

Protein Antibeku dan Antileleh Ikan Notothenioid Antartika

Biofluoresensi Sinar Neon Umum di Dunia Ikan

Capit Udang Secepat Kilat Menciptakan Gelombang Kejut

Batu Mengisahkan Banjir Besar China dan Fajar Dinasti Xia 4000 Tahun Lalu