Skip to main content

LUX Tidak Temukan Tanda-Tanda Materi Gelap

Laporan Penelitian - Tidak ada tanda-tanda materi gelap. Sebuah tim yang mengklaim telah membangun detektor materi gelap paling sensitif di dunia menyelesaikan data tanpa melihat tanda-tanda.

Substansi materi gelap mengisi 85 persen alam semesta yang sulit dipahami sekarang semakin lebih misterius, detektor supersensitif datang dengan tangan kosong. Tim Large Underground Xenon (LUX) mengumumkan dalam sebuah konferensi pers 30 Oktober.

Materi gelap begitu menggoda. Materi hipotetik yang menembus alam semesta karena pengaruh gravitasi galaksi jauh, tetapi para ilmuwan tidak bisa melihat dan tidak tahu terbuat dari apa. Fisikawan teoritis mengusulkan materi gelap datang dalam bentuk WIMPs (Weakly Interacting Massive Particles).

Detektor LUX dipasang dalam bekas tambang emas di kedalaman 1.480 meter bawah tanah. Eksperimen terdiri dari tangki titanium berisi xenon gas dan cair. WIMP jarang berinteraksi dengan materi biasa, tapi diharapkan memukul inti atom xenon yang menyebabkan 2 kilatan cahaya berbeda.

"Kami benar-benar tidak menemukan aktivitas yang konsisten materi gelap," kata Rick Gaitskell, fisikawan Brown University di Providence, Rhode Island, dan juru bicara LUX.

Pengambilan data selama 110 hari, LUX mencatat 84 juta deteksi potensial. Namun setelah analisis statistik, tim LUX menyimpulkan tidak ada sinyal yang meyakinkan disebabkan oleh WIMPs. Laporan memiliki implikasi untuk mengevaluasi hasil eksperimen lain.

Pada bulan April lalu, tim Cryogenic Dark Matter Search (CDMS) di bekas tambang Soudan, Minnesota, mengumumkan kemungkinan deteksi 3 sinyal WIMPs masing-masing massa 10 kali proton. Jika massa benar, LUX seharusnya mendeteksi lebih dari 1.500 WIMP karena 20 kali lebih sensitif.

Hasil nihil yang didapat tim LUX juga bentrok dengan tim Coherent Germanium Neutrino Technology (CoGeNT), juga di lokasi Soudan, dan tim DAMA/LIBRA di dekat L'Aquila, Italia. Gaitskell mengatakan bahwa tim lain mungkin tertipu oleh fluktuasi statistik.
D.S. Akerib et al. First results from the LUX dark matter experiment at the Sanford Underground Research Facility, October 30, 2013
Gambar: luxdarkmatter

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…