Skip to main content

Letusan Vulkanik Gunung Samalas

Laporan Penelitian - Letusan meludahkan belerang ke stratosfer membentuk kabut yang menutup sinar Matahari. Gunung Samalas di Indonesia mungkin pemicu Little Ice Age

Pada tahun 1257, sebuah gunung berapi meletus di suatu tempat, meniup mantra dingin selama berabad-abad dikenal sebagai Little Ice Age. Musim panas jadi dingin, hujan tiada henti dan banjir, Kanal Belanda dan Sungai Thames London beku, gagal panen terbesar di era medieval.


Tapi menemukan sumber vulkanik menjadi masalah rumit dan teka-teki selama beberapa dekade. Ada banyak kandidat letusan di tahun 1257 yaitu Okataina di Selandia Baru, El Chichon di Meksiko, Quilotoa di Ekuador dan Samalas di Indonesia.

Menurut Babad Lombok yang ditulis di daun palem dalam Jawa Kuno, Samalas meletus sebelum akhir abad ke-13, menghancurkan desa termasuk ibukota Lombok yaitu Pamatan. Abu, gas dan batuan panas bergerak cepat menyapu sebagai aliran piroklastik.

Sekarang sebuah tim menggunakan data geokimia, stratigrafi dan catatan historis menunjuk Gunung Samalas, bagian dari Kompleks Vulkanik Rinjani di Pulau Lombok. Surono, geolog Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dan rekan merekonstruksi kaldera sedalam 800 meter.

Volume abu terangkat hingga 43 kilometer di atas permukaan laut. Penggalian core es di kutub tersimpan deposit belerang terbesar dalam kurun 7.000 tahun terakhir. Mereka memeriksa 130 tingkapan di sisi-sisi gunung, urutan abu yang mengeras menjadi batu dan material piroklastik lainnya.

Letusan setidaknya 7 volcanic explosivity index yang memiliki skala 1 sampai 8, salah satu letusan terbesar Holocene. Skala yang sama dengan letusan Tambora tahun 1815 dan lebih kuat dibanding Krakatau tahun 1883.

"Ada kemungkinan sebuah kota kuno terkubur abu dan deposit batu gunung Samalas," kata Clive Oppenheimer, geolog University of Cambridge di Inggris.
Source of the great A.D. 1257 mystery eruption unveiled, Samalas volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia

Franck Lavigne1 et.al.
  1. Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Département de Géographie, and Laboratoire de Géographie Physique, Centre National de la Recherche Scientifique, Unité Mixte de Recherche 8591, 92195 Meudon, France
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 30, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1307520110

Gambar: Franck Lavigne et al., DOI:10.1073/pnas.1307520110

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.