Skip to main content

Kuantum Gravitasi Gema Big Bang

Laporan Penelitian - Menemukan kuantum gravitasi dalam gema Big Bang? Duo teoritikus menunjukkan bahwa hal itu bisa dengan menggunakan seluruh alam semesta sebagai detektor.

Para ilmuwan berpikir gaya gravitasi ditransmisikan oleh partikel dasar disebut graviton, seperti gaya elektromagnetik dibawa oleh foton. Tapi kebanyakan orang putus asa mencari graviton individu karena gravitasi sangat lemah dan setiap interaksi dengan materi dianggap di luar kemampuan manusia.

Freeman Dyson, fisikawan Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey, menyatakan bahwa membangun sebuah detektor graviton secara fisik tidak mungkin. Beberapa jenis detektor telah diusulkan, tetapi gagal karena kombinasi kebisingan instrumental dan kuantum.

Teori umum relativitas Einstein memprediksi keberadaan riak ruang-waktu dikenal sebagai gelombang gravitasi dan fisikawan menganggap gelombang ini terbuat dari graviton. Tapi pendekatan standar untuk mencari gelombang gravitasi akan sia-sia untuk mendeteksi graviton.

Lawrence Krauss, kosmolog Arizona State University di Tempe, dan Frank Wilczek, nobelis fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge, mengusulkan cara untuk menyelesaikan salah satu konflik terbesar dalam fisika modern ini menggunakan peta resolusi tinggi kosmos awal.

Tembakan terbaik yaitu menemukan riak kuno ruang-waktu yang diprediksi dalam relativitas umum, bukan berburu graviton secara langsung. Krauss dan Wilczek melihat ke peta latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB), cahaya pertama yang melakukan perjalanan di alam semesta setelah Big Bang.

"Menemukan sidik jari gelombang gravitasi dalam polarisasi CMB mungkin tes empiris pertama bahwa gravitasi harus dikuantisasi," kata Krauss.

Peta memberi bukti kuat alam semesta berkembang pesat selama fraksi detik pertama. Ledakan disebut inflasi seharusnya memicu gelombang gravitasi yang menyebar foton dalam arah CMB menciptakan pola orientasi dalam terang yang merupakan jejak relik gelombang.

Menggunakan alat matematika yang disebut analisis dimensi, Wilczek dan Krauss menemukan hubungan positif antara gelombang gravitasi primordial dan konstanta Planck yang digunakan dalam mekanika kuantum. Ini berarti aktivitas kuantum mekanik diperlukan untuk menciptakan gelombang gravitasi selama inflasi.

"Sebagian besar teoritikus yakin medan gravitasi harus quantised. Tapi sementara tidak ada yang terkejut dengan keberadaan partikel Higgs, berdasarkan prediksi teoritis, ini cukup," kata Wilczek.
Using Cosmology to Establish the Quantization of Gravity

Lawrence M. Krauss, Frank Wilczek

arXiv (Submitted on 20 Sep 2013)

Akses : arXiv:1309.5343

Gambar: WMAP Science Team/NASA

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.