Skip to main content

Dua Laba-Laba Chaco Uruguay

Laporan Penelitian - Spesies Baru - Dua spesies baru laba-laba misterius dengan kebiasaan hidup aneh di Uruguay Chaco Castanea dan Chaco costai, berukuran menengah yang berkisar antara 1 dan 2 cm.

Seperti semua Nemesiids memiliki tubuh memanjang dan kaki-kaki kuat dengan didominasi hitam kecoklatan. Dua spesies baru laba-laba Chaco Castanea dan Chaco costai ditemukan di tanah berpasir wilayah pesisir laut dan sungai yang terkait dengan psammophyte.

Di sinilah laba-laba aneh membangun dan menghabuskan banyak hidup mereka dalam liang berlapis sutra. Liang juga dilindungi pintu flap atau katup yang membuatnya sangat sulit ditemukan hewan lain.

"Karena sejumlah karakteristik sejarah hidup, laba-laba ini sulit dikumpulkan sehingga tidak banyak diketahui biologi mereka," kata Laura Montes de Oca, biolog Instituto de Investigaciones Biológicas Clemente Estable di Uruguay.

"Pengamatan kondisi alam memberi tahu kita bahwa mereka sebagian besar aktif di malam hari. Ini kunci untuk menemukan laba-laba dan menyelidikinya baik di lapangan dan di laboratorium," kata Montes de Oca.

"Menghabiskan sebagian besar hidup dalam liang membuat mereka rentan gangguan habitat. Di Uruguay vegetasi psammophyte secara kritis menurun, sangat penting untuk mempelajari dan melestarikan spesies," kata Montes de Oca.

Eksperimen di laboratorium mengungkap beberapa rahasia kehidupan liang laba-laba.

Chaco costai diamati selama berburu ketika sedang mengangkat pintu masuk liang dengan kaki depan.

Katup seperti pintu dan laba-laba memberikan penutup sempurna untuk menyergap dan menangkap mangsa.

Laba-laba kembali ke liang setelah menangkap mangsa. Kesempatan lain ketika laba-laba pergi di tempat terbuka saat sanggama. Laki-laki dan perempuan meninggalkan tempat persembunyian mereka. Namun, mereka kembali ke liang langsung setelah kawin.
Two new species of Chaco Tullgren from the Atlantic coast of Uruguay (Araneae, Mygalomorphae, Nemesiidae)

Laura Montes de Oca1,2, Fernando Pérez-Miles1
  1. Sección Entomología, Facultad de Ciencias, Universidad de la República. Iguá 4225. CP 11400. Montevideo, Uruguay
  2. Laboratorio de Etología, Ecología y Evolución, Instituto de Investigaciones Biológicas Clemente Estable. Av. Italia 3318. CP 11600. Montevideo, Uruguay
ZooKeys, 1 October 2013

Akses : DOI:10.3897/zookeys.337.5779

Gambar: Laura Montes de Oca dan Fernando Pérez-Miles

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.