Skip to main content

Desain Lingkungan Membangkitkan Rasa Wiski

Laporan Penelitian - Tidak berselera pada rasa wiski? Mungkin Anda perlu berbicara dengan pemilik bar favorit Anda untuk mendesain ulang lingkungan interior.

Lingkungan ruang di mana orang sip wiski mempengaruhi bagaimana mereka melihat aspek-aspek tertentu dari minuman. Ketika menyesap segelas Scotch di 3 lingkungan yang dirancang dengan cermat berkorelasi dengan karakteristik yang berbeda terhadap wiski.

Aroma grassiness ketika duduk di kursi taman di antara tanaman pot, rasa manis terendus sebelum semangkuk buah dan woodiness aftertaste ketika dikelilingi panel kayu diiringi suara derik kayu. Tiap ruang dengan aroma yang dirancang ahli parfum profesional membangkitkan kualitas rasa.


Perubahan lingkungan meningkatkan pengalaman menikmati wiski hingga 20%. Laporan ilmiah pertama yang menyelidiki indera dan rasa wiski. Implikasi menarik bagi orang-orang yang menikmati wiski di rumah sendiri dan perancang interior pub, bar atau restoran.

Charles Spence, eksperimentalis University of Oxford di Inggris dan Condiment Junkie, melakukan tes multi-indera pada 400 partisipan di sebuah bar yang dirancang khusus untuk melaporkan variasi aroma dan rasa wiski ketika mencicipi Scotch Whisky dalam atmosfer berbeda.

"Kami melakukan eksperimen di laboratorium dan di The Singleton Sensorium dalam kondisi bar lebih realistis. Melihat orang-orang mencicipi The Singleton Single Malt Scotch Whisky di 3 ruang dengan lingkungan sangat berbeda," kata Spence.
Assessing the influence of the multisensory environment on the whisky drinking experience

Carlos Velasco1 et al.
  1. Crossmodal Research Laboratory, Department of Experimental Psychology, University of Oxford, Oxford OX1 3UD, UK
Flavour, 9 October 2013

Akses : DOI:10.1186/2044-7248-2-23

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.