Skip to main content

Cangkok Ovarium Beri Kehamilan

Laporan penelitian - Bayi laki-laki lahir setelah terapi fertilitas baru yang menanamkan telur dorman pada wanita yang telah berhenti menstruasi.

Pencangkokan ovarium memberi kehamilan yang sukses, bayi sehat lahir setelah jaringan ovarium dihapus, dirangsang in vitro untuk memproduksi telur dan dimasukkan kembali ke rahim. Trapi aktivasi vitro menawarkan harapan kepada jutaan wanita yang memiliki masalah ovulasi.

Aktivasi vitro menjawab kondisi primary ovarian insufficiency atau kegagalan ovarium prematur dimana folikel ovarium yang mengandung telur tidak tumbuh wajar. Sekitar 1% wanita usia reproduksi tidak subur karena kondisi ini dan donasi telur satu-satunya pilihan untuk membantu mereka hamil.

Tapi Kazuhiro Kawamura dari Akita University Graduate School of Medicine, di Japan, dan rekan menggunakan prosedur baru. Dokter menghapus ovarium, memotong-motong kecil yang mengganggu jalur Hippo dan dengan demikian mengendalikan pertumbuhan folikel terlalu cepat.

Kemudian memberi dorongan ekstra untuk jalur sinyal lain disebut Akt. Setelah 2 hari, beberapa potongan dicangkokkan kembali ke saluran telur dan dimonitor untuk pertumbuhan folikel. Telur matang yang diambil menjalani proses standar fertilisasi in vitro.

"Jalur ini berfungsi sebagai rem untuk mencegah pertumbuhan berlebih dari organ," kata Aaron Hsueh, obstetrisian ginaekolog Stanford University di California.

Sukses pada tikus, tim menerapkan kepada 27 wanita dengan kegagalan ovarium prematur. Sementara beberapa wanita ditemukan tidak memiliki folikel sama sekali dalam ovarium, 13 dari mereka memiliki setidaknya beberapa folikel matang. Untuk 14 wanita lainnya, perlakuan tidak memberi hasil positif.

Telur matang akhirnya diambil dari 5 wanita dan digunakan untuk fertilisasi in vitro. Salah satu wanita berusia 29 tahun melahirkan bayi laki-laki 3,3 kilogram setelah kehamilan 37 minggu. Wanita lain sedang berlangsung kehamilan dan 3 perempuan lain berada pada berbagai tahap pengobatan.

Tetapi ilmuwan lain mengatakan terlalu cepat dan ceroboh. Para peneliti mungkin bergegas terlalu cepat untuk menguji prosedur pada manusia. Perlu penggunaa model primata non-manusia untuk melihat konsekuensi jangka panjang.

"Tampaknya mereka mendokumentasikan kelahiran anak sehat dalam studi tikus awal, tetapi tidak ada bukti tentang pertumbuhan, pengembangan dan/atau kesuburan generasi tukus ini," kata Marcelle Cedars, endokrinolog University of California San Francisco.




Hippo signaling disruption and Akt stimulation of ovarian follicles for infertility treatment

Kazuhiro Kawamura1,2 et.al.
  1. Department of Obstetrics and Gynecology and
  2. Department of Advanced Reproductive Medicine, St. Marianna University School of Medicine, Kawasaki, Kanagawa 216-8511, Japan
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 30, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1312830110

Gambar: Kazuhiro Kawamura
Video: Kazuhiro Kawamura et.al., DOI:10.1073/pnas.1312830110
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.