Skip to main content

85 Spesies Baru Kumbang Badut Genus Baconia

Laporan Penelitian - Bros terpendam menampilkan 85 spesies kubang genus Baconia. Para ilmuwan mendeskripsi 85 spesies baru dalam genus Baconia yang sangat indah dari Amerika Utara dan Selatan.

"Meskipun genus Baconia untuk menghormati Francis Bacon the Elizabethan philosopher, tapi Francis Bacon the experimental artist juga pas untuk kumbang fantastis," kata Michael Caterino, entomolog Santa Barbara Museum of Natural History.

Sementara banyak kelompok kumbang dengan pola warna spektakuler, Baconia langka dan jarang dihargai untuk kumbang keluarga badut, Histeridae. Meskipun spesialis kumbang kagum warna fantastis Baconia. Tapi mekanisme adaptasi evolusioner fungsi warna, bagaimanapun, tetap misteri.


"Dalam hal sejarah alam, spesies Baconia tidak berbeda jauh dari beberapa kelompok kumbang badut lain dengan kebiasaan serupa selain warna lebih kusam," kata Caterino.

Tubuh indah menyembunyikan disposisi setan sebagai spesies pengebor pohon untuk menyembunyikan larva dengan feromon kulit kayu. Predator mengejar jauh di bawah kulit pohon. Perhiasan kecil tetap tersembunyi begitu lama mungkin karena sulit ditemui.
A systematic revision of Baconia Lewis (Coleoptera, Histeridae, Exosternini)

Michael S. Caterino1, Alexey K. Tishechki1,2
  1. Department of Invertebrate Zoology, Santa Barbara Museum of Natural History, 2559 Puesta del Sol, Santa Barbara, CA 93105 USA
  2. Louisiana State Arthropod Museum, Department of Entomology, Louisiana State University, 404 Life Sciences Building, Baton Rouge, LA 70803 USA
ZooKeys, 15 October 2013

Akses : DOI:10.3897/zookeys.343.5744

Gambar: M.S. Caterino dan A.K. Tishechki, DOI:10.3897/zookeys.343.5744

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.