Skip to main content

Wabah Coronavirus MERS-CoV

Laporan Penelitian - Pengamanan coronavirus terhenti. Kurangnya studi mendalam menghambat upaya mengidentifikasi sumber virus Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

Satu tahun kasus pertama infeksi Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) pada manusia yang dilaporkan di Arab Saudi masih banyak tidak terjawab atas pertanyaan paling mendesak dari perspektif kesehatan masyarakat. Apa sumber kasus?

Sejauh ini 114 kasus dikonfirmasi infeksi MERS-CoV dengan 54 kematian dan 34 kasus dicurigai. Semua berasal dari Jazirah Arab dengan sebagian besar Arab Saudi dan lainnya Yordania, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Kasus dengan cepat menjalar ke Inggris, Perancis, Italia dan Tunisia.

Virus ini diduga virus hewan yang secara sporadis melompat ke manusia, belum ada tanda-tanda bahwa virus dapat menyebar dengan mudah di antara manusia meskipun penyebaran terbatas di antara orang-orang dalam kontak dekat telah terlihat.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima. Negara-negara yang terkena sepertinya tidak memiliki rasa peduli," kata Jean-Claude Manuguerra, kepala Laboratory for Urgent Response to Biological Threats di Pasteur Institute, Paris.

Manuguerra adalah salah satu dari 13 ahli yang diundang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, untuk mengunjungi negara Arab sebagai bagian dari misi bersama untuk menilai situasi dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mengendalikan wabah.

Dengan jutaan kontak ziarah haji tahunan ke Mekkah pada pertengahan bulan Oktober, pemerintah Saudi berada dalam siaga tinggi untuk kasus MERS-CoV dan tidak ada keraguan lagi bahwa MERS-CoV menjadi wabah SARS dunia berikutnya.

Kelelawar mungkin sumber aslinya. Sekuen genom MERS-CoV paling dekat dengan korona kelelawar lainnya. Sejak temuan ini, Arab Saudi telah 2 kali mengundang tim yang dipimpin Ian Lipkin, virulog Columbia University di New York, untuk sampel jaringan kelelawar dan tinja.

Tapi kontak langsung dengan kelelawar tidak mungkin untuk menjelaskan kasus pada manusia dan ilmuwan menduga virus menginfeksi hewan lain untuk datang ke dalam kontak dengan manusia. Hingga kini tidak pernah dilakukan sampling skala besar hewan untuk mencari virus.

"Ada kemungkinan virus di mana-mana, tetapi dari waktu ke waktu mengalami mutasi yang memungkinkan melompat lintas spesies terbatas perantara bagi manusia," kata Malik Peiris, virulog University of Hong Kong.
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus in Bats, Saudi Arabia

Ziad A. Memish1 et.al.
  1. Ministry of Health, Riyadh, Saudi Arabia
Emerging Infectious Diseases, November 2013

Akses : DOI:10.3201/eid1911.131172

Seroepidemiology for MERS coronavirus using microneutralisation and pseudoparticle virus neutralisation assays reveal a high prevalence of antibody in dromedary camels in Egypt, June 2013

R A Perera1 et.al.
  1. Centre of Influenza Research, School of Public Health, The University of Hong Kong, Hong Kong, China
Eurosurveillance, 05 September 2013

Akses : Volume 18/Issue 36 Article 2

Comments

  1. Terimakasih pembahasannya tentang Virus Mers ini. Sangat bermanfaat. O ya, Saya juga menemukan artikel berikut http://adatopik.blogspot.com/2014/05/virus-mers-middle-east-respiratory.html

    Apa juga bisa dijadikan rujukan? Mhn pencerahan agar tidak tersesat....

    ReplyDelete

Post a Comment

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.