Skip to main content

Visual Lebih Penting dari Suara

Laporan Penelitian - Penampilan musisi lebih penting daripada suara mereka. Orang menilai kualitas lebih bergantung pada bagaimana musisi bergerak daripada yang didengar.

Dengan cambukan rambut panjang ketika bermain dan butir-butir keringat terbang ke arah penonton membuat para wanita pingsan. Ini bukan Jimmy Page, tapi Franz Liszt, pianis Hungaria abad 19 yang teatrikal dan membuat deretan puisi mendadak lenyap.

Orang konsisten menyatakan suara adalah sumber informasi paling penting dalam mengevaluasi kinerja musik. Tapi tidak menurut laporan baru yang menunjukkan judment masyarakat tentang kualitas musik lebih dipengaruhi oleh apa yang dilihat daripada apa yang didengar.

Chia-Jung Tsay, psikosaintis University College London, mungkin mengolok-olok pecinta musik. Eksperimen terhadap siswa dan musisi profesional atau terlatih dimana 83 persen dari mereka bersikeras suara adalah kriteria utama untuk menilai video atau audio rekaman. Namun hasilnya tidak begitu.

"Ini mengejutkan ada semacam kesenjangan besar antara apa yang kita percaya dalam evaluasi musik dan apa yang sebenarnya sedang digunakan untuk menilai performan," kata Tsay.

Para responden disajikan hanya audio atau klip video 3 finalis dari 10 kompetisi internasional bergengsi dan diminta untuk menebak pemenang. Dengan hanya suara, siswa dan ahli musik menebak tepat 33 persen. Tapi dengan klip video, keduanya tepat 53 persen. Ahli tidak lebih baik dibanding siswa biasa.

"Musik untuk performan seperti musik klasik adalah seni visual dan sonik, dan hal itu juga dievaluasi atas dasar bagaimana tampilannya. Ini laporan brilian," kata Vincent Bergeron, filsuf musik University of Ottawa di Canada.

Penilaian sosial dibuat atas dasar informasi baik visual dan auditori dengan implikasi konsekuensial untuk keputusan. Temuan menyoroti ketergatungan bawah sadar pada isyarat visual. Informasi visual muncul relatif dominan dibanding informasi pendengaran.

"Saluran visual lebih primordial daripada pendengaran," kata Daniel Levitin, neurosaintis musik McGill University di Montreal, Kanada.
Sight over sound in the judgment of music performance

Chia-Jung Tsay1
  1. Department of Management Science and Innovation, Faculty of Engineering Science, University College London, London WC1E 6BT, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 19, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1221454110

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.