Skip to main content

Tupai Biswamoyopterus laoensis

Laporan Penelitian - Spesies baru tupai terbang Biswamoyopterus laoensis dari Laos. Tim biolog Thailand, Inggris dan Laos mendeskripsi spesies baru bajing terbang genus Biswamoyopterus.

Spesies baru tupai terbang raksasa diberi nama Biswamoyopterus laoensis memiliki berat 1,8kg dan panjang total 42inci (1,08 m) dengan sekitar 18 inci (0,46 m) panjang tubuh dan ekor adalah 24 inci (0,62 m).

"Temuan luar biasa. Spesies sangat langka dengan ukuran tubuh besar. Spesimen diitemukan secara tak sengaja ketika dijual di pasar daging Laos Tengah tahun lalu," kata Daosavanh Sanamxay, enviromentalis National University of Laos di Vientiane

"Kemungkinan spesimen tertangkap pemburu lokal di wilayah Nam Kading National Biodiversity Conservation Area atau Khammouan Limestone National Biodiversity Conservation Area," kata Sanamxay.

"Ini tupai terbang besar, permukaan atas didominasi campuran rambut coklat dan hitam kemerahan, bervariasi uban dengan keputihan dan abu-abu," kata Sanamxay.

"Rambut individu adalah variabel warna tetapi biasanya terdiri dari komponen abu-logam di dasar hingga 20mm, coklat kemerahan di pertengahan bagian sekitar 15mm dan ujung hitam sekitar 3mm. Gelombang khas putih-abu sekitar 6 mm panjang," kata Sanamxay.


Biswamoyopterus laoensis merupakan kerabat dekat tupai terbang misterius Namdapha (Biswamoyopterus biswasi), spesimen hanya dikenal ditemukan di barat laut India ketika diidentifikasi pada tahun 1981.

"Biswamoyopterus biswasi sebelumnya dikumpulkan di ketinggian 350m di Deban dan sampai sekarang hanya dikenal di lereng barat Range Patkai di daerah tangkapan air Sungai Dihing Noa di Namdapha, India. Seperti Biswamoyopterus biswasi, luas jangkauan geografis Biswamoyopterus laoensis tidak diketahui," kata Sanamxay.
Daosavanh Sanamxay (Faculty of Environmental Sciences, National University of Laos, Dong Dok Campus, P.O. Box: 7322, Xaythany District, Vientiane Capital, LAO PDR; Department of Biology, Faculty of Science, Prince of Songkla University, Hat Yai, Songkhla 90112, Thailand; Princess Maha Chakri Sirindhorn Natural History Museum, Prince of Songkla University, Hat Yai, Songkhla 90112,Thailand) et.al. Rediscovery of Biswamoyopterus (Mammalia: Rodentia: Sciuridae: Pteromyini) in Asia, with the description of a new species from Lao PDR), Zootaxa, 15 Jul. 2013, DOI:10.11646/zootaxa.3686.4.5
Gambar: Daosavanh Sanamxay et.al.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.