Skip to main content

Transisi Evolusioner Burung

Laporan Penelitian - Burung berasal dari kelompok kecil dinosaurus theropoda pemakan daging disebut maniraptorans sekitar 150 juta tahun lalu. Pertanyaannya bagaimana tubuh bagian depan berkembang jadi sayap?

Hans Larsson dari McGill University di Quebec dan rekan berangkat untuk menjawab pertanyaan dengan memeriksa data fosil dan memperluas analisis yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir dari periode yang menandai leluhur burung.

"Burung mengalami perubahan mendadak dalam mekanisme evolusiner, tungkai depan dan kaki belakang tunduk pada kontrol panjang berbeda. Decoupling menjadi dasar keberhasilan burung, vertebrata paling beragam di Bumi saat ini," kata Larsson.

Sebagian besar sejarah dinosaurus karnivora memperlihatkan skala panjang tungkai relatif stabil dengan ukuran tubuh. Meskipun beragam perbedaan massa 5000 kali lipat antara Tyrannosaurus rex dan theropoda berbulu terkecil dari China.

Ekstremitas skala berubah pada leluhur ketika lengan depan dan kaki belakang mengalami decoupling dramatis. Perubahan mungkin penting yang memungkinkan burung awal berevolusi untuk penerbangan dan kemudian mengeksploitasi kanopi hutan.

Seperti perpanjangan forelimbs membuat jadi lebih lama untuk airfoil yang memungkinkan penerbangan bertenaga. Bila digabungkan dengan menyusutnya anggota tubuh belakang, burung mampu memperbaiki kontrol dan efesiensi penerbangan.

Kaki pendek membantu mengurangi hambatan penerbangan. Ini alasan burung modern melipat kaki saat terbang dan bertengger di cabang-cabang kecil di atas pohon. Kombinasi sayap penting untuk kelangsungan burung di saat reptil terbang pterosaurus mendominasi langit.

"Asal usul burung dan penerbangan merupakan transisi evolusi klasik. Mereka lebih dari sekedar garis keturunan lain maniraptorans dan berbagai bentuk serta ukuran ekstremitas," kata Alexander Dececchi dari University of South Dakota di Vermillion.

"Nenek moyang burung bukan penghuni pohon, tidak banyak ekologi anteseden. Mengetahui di mana burung berasal dan bagaimana mereka sampai hari ini sangat penting untuk memahami bagaimana dunia modern datang," kata Dececchi.
T. Alexander Dececchi (Biology Department, University of South Dakota, Vermillion, South Dakota), Hans C. E. Larsson (Redpath Museum, McGill University, Montreal, Quebec). Body and Limb Size Dissociation at the Origin of Birds: Uncoupling Allometric Constraints Across a Macroevolutionary Transition. Evolution, 2013; 67 (9): 2741 DOI:10.1111/evo.12150

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.