Skip to main content

Rute Subur Sungai Kuno Sahara

Laporan Penelitian - Sungai terkubur di Sahara mungkin kesibukan awal. Manusia mungkin telah bermigrasi di wilayah tandus yang sesekali subur di sepanjang 3 saluran air.

Tiga sungai yang sekarang dikebumikan di bawah tumpukan pasir Gurun Sahara mungkin jalur cepat Zaman Batu. Sungai-sungai, masing-masing sebesar Sungai Rhine di Eropa, berkelok-kelok melintasi Sahara 125.000 tahun lalu.

Para ilmuwan mengusulkan hipotesis migrasi manusia awal mungkin mengikuti koridor subur. Laporan data satelit dan catatan geologis sebelumnya menyarankan lintasan sungai punah merayapi Sahara. Tapi bukti tidak bisa mengatakan kapan dan berapa banyak air mengalir dalam lanskap.

Sungai-sungai kuno muncul ketika angin monsun Afrika mengular hingga 1000 kilometer ke utara dan membawa hujan musiman di pegunungan Sahara tengah. Hujan berlari menuruni puncak dan mengalir menuju Laut Mediterania. Meskipun Sahara basah, banyak wilayah masih semi kering.

"Kami cukup pesimis apakah ada air cukup untuk melintasi padang pasir," kata Tom Coulthard, a hidrolog University of Hull di Inggris.

Coulthard dan rekan berpaling menggunakan simulasi berapa banyak hujan jatuh di pegunungan selatan Aljazair, Libya selatan dan Chad utara selama periode 25 tahun sekitar 125.000 tahun lalu. Kemudian topografi untuk melihat bagaimana air hujan mengalir dalam areal 12 juta kilometer persegi di Afrika Utara.

Dua sungai selalu hadir di bagian timur Libya, Chad utara dan barat Mesir sementara sungai ketiga adalah musiman 2000 kilometer ke barat di Aljazair. Selain itu lebih dari 70.000 kilometer persegi laguna dan lahan basah menutupi timur laut Libya.

Tanaman dan hewan yang tinggal di sekitar sungai mungkin menarik bagi manusia awal, para ilmuwan berspekulasi. Sungai membuat lembab, daerah pegunungan di selatan basah, daerah beriklim sedang sepanjang pantai Mediterania.

Sungai di Afrika 100.000 tahun lalu bisa membantu para ilmuwan untuk membuka jendela lebih jauh dan memahami bagaimana perilaku unik manusia awal seperti penggunaan manik dan pigmen menyebar di seluruh Afrika sekitar waktu ini.
Were Rivers Flowing across the Sahara During the Last Interglacial? Implications for Human Migration through Africa

Tom J. Coulthard1 et.al.
  1. Department of Geography, Environment and Earth Sciences, University of Hull, Hull United Kingdom
PLoS ONE, September 11, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0074834
Gambar: En wikipedia

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …