Skip to main content

Resistensi Mycobacterium tuberculosis

Laporan Penelitian - Kejutan pohon keluarga resistensi obat Mycobacterium tuberculosis. Resistensi antibiotik strain bakteri mematikan TB berkembang lebih cepat.

Alat-alat biologi molekuler mengidentifikasi beberapa mutasi individu yang memungkinkan TB tahan obat. Penanda genetik adalah petunjuk untuk mendesain obat baru dan diagnosis strain resistan. Tapi laju temuan obat kalah cepat dibanding kompleks mutasi strain bakteri.

Sebuah metode baru untuk menganalisis sekuens genom seluruh strain Mycobacterium tuberculosis (TB) yang dikumpulkan dari klinik di seluruh dunia menunjukkan peningkatan 39 gen baru yang terkait dengan resistensi obat.

"Kami menemukan gen baru lebih mungkin terlibat dari perkirakan sebelumnya. Ini penting dalam mekanisme evolusi resistensi untuk target lebih spesifik deteksi resistensi," kata Megan Murray, epidemiolog Harvard School of Public Health di Boston.

Strain TB berkembang secara bertahap dalam mutasi halus dan strain yang resisten terhadap tuberkulosis sedang meningkat. Tahun 2010 setidaknya 650.000 kasus resistan terhadap 2 antibiotik yang paling efektif dan tahun 2012 strain benar-benar tahan antibiotik terdeteksi di India.

"Hambatan terbesar untuk mengelola TB yang resistan obat adalah keterlambatan antara kecurigaan dengan keputusan," kata Murray.

Murray sekuensing 123 strain dari seluruh dunia dan memeta ke sebuah pohon evolusi kemudian mencari mutasi independen di cabang pohon berbeda. Tim lain yaitu Lijun Bi, biolog Institute of Biophysics di Beijing, sekuensing 161 sampel dari pasien China mengidentifikasi 84 gen lain yang terkait resistensi.

David Alland, biolog Rutgers University di Newark, New Jersey, sekuensing 63 sampel klinis M. tuberculosis yang telah terkena ethambutol. Mutasi setidaknya 4 gen yang meningkatkan kemampuan bakteri terhadap obat sehinga beberapa strain tahan dosis 16 kali lipat dari yang lain.

"Jika Anda tuning keluar semua perubahan yang terjadi pada leluhur mereka, Anda dapat melihat apa perbedaan antara garis keturunan saudara ketika resistensi berkembang, " kata Maha Farhat, instruktor klinis di Massachusetts General Hospital.


Maha R Farhat (Pulmonary and Critical Care Division, Massachusetts General Hospital, Harvard Medical School, Boston, Massachusetts, USA) et.al. Genomic analysis identifies targets of convergent positive selection in drug-resistant Mycobacterium tuberculosis. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2747

Hongtai Zhang (Key Laboratory of Non-coding RNA, Institute of Biophysics, Chinese Academy of Sciences, Beijing, China; State Key Laboratory of Biomacromolecules, Institute of Biophysics, Chinese Academy of Sciences, Beijing, China) et.al. Genome sequencing of 161 Mycobacterium tuberculosis isolates from China identifies genes and intergenic regions associated with drug resistance. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2735

Hassan Safi (Division of Infectious Disease, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA; Center for Emerging and Re-emerging Pathogens, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA; Department of Medicine, New Jersey Medical School, Rutgers University, Newark, New Jersey, USA) et.al. Evolution of high-level ethambutol-resistant tuberculosis through interacting mutations in decaprenylphosphoryl-β-D-arabinose biosynthetic and utilization pathway genes. Nature Genetics, 01 September 2013, DOI:10.1038/ng.2743
Gambar: CDC/George Kubica/En Wikipedia

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.