Skip to main content

Rayap Membuat Antibiotik Sendiri

Laporan Penelitian - Rayap membuat antibiotik sendiri. Rayap menyebabkan kerusakan US$40 miliar setiap tahun di seluruh dunia. Ternyata mereka memiliki senjata cerdik.

Sebuah rayap rata-rata hanya 1 sentimeter panjang, namun serangga bawah tanah ini telah menggagalkan serangan manusia selama berabad-abad. Serangga mengembangkan pertahanan cerdik. Rayap berevolusi menggunakan kotoran mereka sebagai sumber antibiotik alami.

Dengan mengintegrasikan kotoran mereka ke bahan bangunan, sarang rayap membuat antibakteri untuk mencegah penyebaran penyakit dan konter terhadap serangan insektisida tertentu.

"Sarang Rayap Tanah Formosa menyebar di tanah lebih dari 150 meter melalui sistem terowongan kompleks. Mereka sulit dideteksi, orang tahu setelah kerusakan rumah terlihat," kata Thomas Chouvenc, entomolog University of Florida.

Ada sekitar 3000 spesies rayap, tetapi hanya 80 yang dianggap sebagai hama struktural. Rayap Formosa (Coptotermes formosanus) di bawah rumah-rumah tak terhitung jumlahnya di daerah subtropis dan sedang. Chouvenc mengoleksi 5 koloni Formosa.

Tim menganalisis sarang termasuk pemeriksaan aktivitas antimikroba. Materi kandungan kotoran sarang mempromosikan pertumbuhan Streptomyces yaitu bakteri menguntungkan. Ini pada gilirannya mencegah infeksi yang disebabkan oleh mikroba lainnya.

Paling utama bahwa rayap tanah bertahan dalam tanah dengan kontak konstan berbagai patogen. Mereka juga menghasilkan banyak kotoran yang terakumulasi di lingkungan terbatas. Ini win-win bagi mereka untuk mendaur ulang kotoran menjadi bahan bangunan.

"Perbedaan besar di sini bahwa kita memiliki bakteri menguntungkan dalam diri kita sendiri, sedangkan rayap mampu mengekspor ke luar untuk menjaga lingkungan bersih," kata Chouvenc.
Extended disease resistance emerging from the faecal nest of a subterranean termite

Thomas Chouvenc1 et.al.
  1. Department of Entomology and Nematology, University of Florida, Institute of Food and Agricultural Sciences, 3205 College Avenue, Fort Lauderdale, FL 33314, USA
Proceedings of the Royal Society B, 18 September 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1885

Gambar: Thomas Chouvenc

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …