Skip to main content

Kumbang Air Hydraena ateneo

Laporan Penelitian - Spesies baru kumbang ditemukan tepat di samping kota terpadat di dunia. Di hutan megacity, Kumbang Air Hydraena ateneo terselip dari catatan sains.

Kota Manila di Filipina rumah lebih dari 1,6 juta orang per 15 mil persegi, salah satu kota paling padat. Metropolitan Manila dengan jumlah penduduk sekitar 12 juta orang jadi Megacity ke-10. Tampaknya tidak mungkin menemukan spesies baru.

Tapi dalam tumpukan pasar, gang dan gedung pencakar langit, Ateneo de Manila University melestarian 200 acre kampus sebagai hutan kota termasuk kolam dan sungai kecil. Ketika mahasiswa biologi dan fakultas melakukan survei hutan, mereka menemukan sesuatu luar biasa.

Spesies baru kumbang air Hydraena ateneo sebelumnya tidak dikenal dalam catatan ilmu pengetahuan. Mahasiswa Arielle Vidal dan Kimberly Go mengumpulkan beberapa lusin kumbang air di sungai bergerak lambat.


Serangga yang makan bakteri dan jamur terjebak dalam serasah daun. Kumbang Hydraena ateneo berkisar antara 1,25 hingga 1,33 milimeter. Hendrik Freitag, entomolog Ateneo de Manila University, membandingkan koleksi di Jerman, Denmark dan Austria, ia tak menemukan kelompok kumbang terkiat dari Filipina.

Ini adalah pemikiran baru di balik program Keanekaragaman Hayati Perkotaan PBB dan panggilan untuk melestarikan habitat alami kecil di sela-sela antara jalan dan bangunan kita bahwa spesies tak dikenal dapat ditemukan bersembunyi di area urban, tepat di bawah kaki kita.

Hydraena (Hydraenopsis) ateneo, new species (Coleoptera, Hydraenidae) and other aquatic Polyphaga from a small habitat patch in a highly urbanized landscape of Metro Manila, Philippines

Hendrik Freitag1
  1. Ateneo de Manila University, Department of Biology, School of Science & Engineering, Loyola Heights, Quezon City 1101, the Philippines
ZooKeys, 5 September 2013

Akses : DOI:10.3897/zookeys.329.5955

Gambar: Hendrik Freitag, DOI:10.3897/zookeys.329.5955

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.