Skip to main content

Dua Ikan Cabuk Listrik Amazon


Laporan Penelitian - Dua spesies baru Ikan Cambuk Listrik di Amazon Tengah yang hidup di bawah rumput dan eceng gondok disebut padang rumput mengambang di sepanjang tepi Sungai Amazon.

Brachyhypopomus walteri dan Brachyhypopomus bennetti adalah kerabat Belut Listrik Amerika Selatan (Electrophorus electricus) yang dapat menghasilkan debit listrik hingga 600 volt. Tapi spesies baru menghasilkan pulsa hanya beberapa ratus milivolt dari organ bawah tubuh yang memanjang ke filamen ekor.

Benda di dekatnya menciptakan distorsi medan listrik yang dirasakan sel reseptor pada kulit ikan. Dengan cara ini mereka menyetrum dalam lingkungan air di malam hari. Pulsa listrik terlalu lemah untuk dirasakan dengan sentuhan, mungkin sebagai berkomunikasi identitas spesies dan jenis kelamin ikan listrik lainnya.

"Kita pasti berpikir mereka satu spesies. Perbedaan keduanya harus dilakukan dengan organ listrik dan electric organ discharges (EODs)," kata John Sullivan, biolog Cornell University Museum of Vertebrata.

"Brachyhypopomus bennetti memiliki organ listrik besar, pendek, ekor yang berlemak menghasilkan EOD monophasic. Brachyhypopomus walteri memiliki organ listrik lebih khas, ekor panjang dan tipis, lebih khas EOD biphasic," kata Sullivan.

"Semua kerabat ikan ini memiliki EOD biphasic. Untuk itu kita tahu bahwa sifat ini berevolusi dalam spesies keturunan. Pertanyaan yang menarik adalah mengapa itu terjadi," kata Sullivan.

Satu teori bahwa EOD biphasic dengan berkurangnya jumlah arus searah (DC) merupakan adaptasi untuk bersembunyi dari predator seperti ikan lele dan belut listrik yang dilengkapi dengan jenis electroreceptor sensitif terhadap DC.

Belut listrik yang menakutkan memiliki keduanya yaitu EOD lemah yang digunakan untuk electrolocation dan komunikasi serta EOD kuat yang digunakan untuk setrum mangsa dan pertahanan. Teori kedua bahwa ikan ini melakukan mimikri belut listrik.

"Setiap perubahan gelombang EOD kemungkinan merusak electroreception dan komunikasi. Gelombang monophasic mungkin disukai dalam seleksi alam spesies yang menderita banyak luka ekor. Tapi 2 hipotesis harus diuji," kata Sullivan.
Two new species and a new subgenus of toothed Brachyhypopomus electric knifefishes (Gymnotiformes, Hypopomidae) from the central Amazon and considerations pertaining to the evolution of a monophasic electric organ discharge

John P. Sullivan1 et.al.
  1. Cornell University Museum of Vertebrates, 159 Sapsucker Woods Road, Ithaca, New York 14850 USA
ZooKeys, 28 August 2013

Akses : DOI:10.3897/zookeys.327.5427

Gambar: John P. Sullivan et.al., DOI:10.3897/zookeys.327.5427

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.