Skip to main content

Dinamika Dramatik Mammoth

Laporan Penelitian - Pin poin baru iklim dalam drama kematian mammoth. Investigasi besar-besaran menambah bukti berakhirnya regim mammoth karena perubahan iklim.

Tim Inggris dan Swedia sequencing DNA dari 88 sampel tulang, gigi dan taring untuk mencari tanda tangan kode genetik yang diturunkan dari garis ibu kemudian membangun pohon keluarga mammoth mencakup 200.000 tahun di seluruh Eurasia utara dan Amerika utara.

Dua periode perombakan besar populasi terjadi selama interglacials atau periode di antara zaman es. Sebuah periode hangat 120.000 tahun lalu menyebabkan populasi menurun dan terfragmentasi sehingga memunculkan raksasa tipe berbeda yang hidup di Eropa Barat.

Dingin kemudian kembali untuk periode yang berlangsung sekitar 100.000 tahun disebut Pleistosen Akhir atau zaman es terakhir hingga hari ini. Dingin merombak lanskep secara radikal ke dalam padang rumput kering dan tundra. Mammoth adalah raja-raja di Bumi utara.

Mereka memerintah Eropa Barat ke hingga Amerika Utara yang dicapai dari Eurasia melalui jembatan es melintasi Selat Bering. Kemudian suhu secara bertahap meningkat sekali lagi, populasi bergeser lagi dan mammoth lagi-lagi terbatas pada kantong habitat kecil.

Perubahan iklim selanjutnya menjadi bab terakhir misteri raksasa. Para ilmuwan telah sama mengusulkan hipotesis perubahan iklim mendorong raksasa ke tepi jurang kepunahan dan perburuan oleh manusia memberikan pukulan pamungkas. Tetapi argumen ini cacat.

"Mantra iklim hangat membuat raksasa lebih rentan terhadap kepunahan," kata Love Dalen, genetikawan Swedish Museum of Natural History.

Tapi untuk memahami mengapa seluruh spesies punah, penyelidikan lebih lanjut diperlukan di tempat terakhir di mana mammoth selamat. Dua lokasi yang baik adalah St Paul, sebuah pulau di lepas pantai Alaska, dan Wrangel, sebuah pulau di Siberia Arktik.

Hingga hari ini dikenal tiga spesies yaitu Mammuthus primigenius, Mammuthus subplanifrons dan Mammuthus trogontherii. Pulau St Paul dan Wrangel diyakini perlindungan terakhir mammoth. Populasi ini bertahan hingga 6.000 tahun lalu atau lebih lama sekitar 5.000 tahun kemudian daripada populasi raksasa berbulu lain di daratan.
Holarctic genetic structure and range dynamics in the woolly mammoth

Eleftheria Palkopoulou1,2 et.al.
  1. Department of Bioinformatics and Genetics, Swedish Museum of Natural History, 10405 Stockholm, Sweden
  2. Department of Zoology, Stockholm University, Stockholm 10691, Sweden
Proceedings of the Royal Society B, 11 September 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1910

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.