Skip to main content

Adaptasi Evolusioner Buaya

Laporan Penelitian - Para ilmuwan bertanya-tanya bagaimana hidup buaya purba selama zaman dinosaurus. Perjuangan evolusioner sengit reptil dan bertahan di dunia yang didominasi dinosaurus.

Sementara kebanyakan buaya modern hidup di habitat air tawar dan makan mamalia dan ikan, kerabat kuno mereka sangat beragam yang berlarian seperti anjing di darat dan lainnya beradaptasi kehidupan di laut terbuka seperti paus pembunuh hari ini.

Sangat berbeda dengan buaya hari ini, lebih beragam dan kemampuan beradaptasi yang menakjubkan. Evolusi dan variasi anatomi selama Era Mesozoic sangat luar biasa. Mereka mengevolusi morfologi dan biomekanik sesuai gaya hidup, makan dan ekologi.

"Kami ingin tahu bagaimana peristiwa kepunahan dan adaptasi lingkungan ekstrim selama Mesozoikum mencakup lebih dari 170 juta tahun. Sistem makan buaya kuno dari rahang bawah," kata Stephanie Pierce, evolusionis The Royal Veterinary College.

Setelah peristiwa kepunahan Triassic akhir, buaya kuno menyerbu laut Jurassic dan rahang berevolusi untuk efisiensi hidrodinamik dalam menangkap mangsa dengan tangkas. Namun hanya sejumlah kecil bentuk rahang bawah memanjang yang cocok di lingkungan laut Jurassic.

Variasi memuncak lagi di era Cretaceous di mana buaya kuno mengevolusi berbagai macam bentuk rahang bawah karena menyesuaikan diri dengan beragam ekologi dan lingkungan darat sisi by sisi di bawah teror regim dinosaurus.

Anehnya, rahang bawah buaya Cretaceous tidak memiliki sejumlah besar variasi biomekanik, sebaliknya poin catatan fosil fokus pada adaptasi anatomi baru di wilayah lain seperti armadillo dengan kerangka pelindung tubuh.

"Kemampuan mengeksploitasi berbagai sumber daya makanan dan habitat dengan berbagai bentuk rahang berbeda menjadi penting untuk pulih dari kepunahan Triassic akhir dan buaya Mesozoikum survive dalam bayangan dinosaurus," kata Pierce.
Profile Peneliti : Stephanie Pierce

Morphological and biomechanical disparity of crocodile-line archosaurs following the end-Triassic extinction

Thomas L. Stubbs1 et.al.
  1. School of Earth Sciences, University of Bristol, Wills Memorial Building, Queen's Road, Bristol BS8 1RJ, UK
Proceedings of the Royal Society B, 11 September 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1940

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.