Skip to main content

Voyager Sudah di Antar Bintang

Laporan penelitian - Wahana berumur panjang NASA Voyager sudah menyeberang ke ruang antar bintang tahun lalu. Teknologi pertama buatan manusia yang meninggalkan Tata Surya.

Beberapa tahun lalu para ilmuwan menunggu keberadaan Voyager dengan mendeteksi medan magnet yang mengalir dalam arah yang berbeda dibanding medan magnet di Tata Surya. Namun laporan baru menunjukkan bahwa skenario itu tidak akurat.

"Kami berpikir medan magnet dalam Tata Surya bahwa Anda benar-benar melewati tanpa melihat perubahan besar dalam arah," kata Marc Swisdak, fisikawan University of Maryland.

Ini berarti Voyager benar-benar telah mencapai ruang antarbintang tahun lalu ketika terdeteksi penurunan mendadak kuantitas partikel yang berasal dari Matahari dan kenaikan yang sesuai kuantitas sinar kosmik galaksi yang datang dari ruang antar bintang.

Tapi tidak semua orang yakin. Laporan Swisdak sangat menarik namun model komputer yang mengacu pada ruang gelembung yang jatuh di bawah pengaruh Matahari mendeskripsikan skenario yang berbeda untuk menjelaskan data Voyager.

"Kami tahu di mana Voyager dan kita tahu apa yang diamati. Tantangannya adalah berkaitan model-model kompleks interaksi antara medium antarbintang dan heliosphere," kata Edward Stone, mantan tim NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California

Stone dan ilmuwan lain percaya Voyager di wilayah "magnetic highway" antara heliosphere dan ruang antar bintang. Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan tahun 1977 untuk menyelidiki planet-planet luar. Sekarang Voyager 1 sekitar 120 kali jarak Matahari-Bumi. Voyager 2 menuju ke arah berbeda.

Probe bertenaga peluruhan lambat plutonium radioaktif. Voyager 1 mulai kehabisan energi pada 2020. Pada tahun 2025 benar-benar mati. Jika Swisdak dan rekan benar dalam mendeskripsi medan magnet maka Voyager 1 akan tetap memiliki umur sesuai misi yang direncanakan.

"Jika mereka tidak melihat pergeseran kuat medan magnet, lompatan besar, berarti apa yang kami uraikan tidak benar. Saya bersedia disalahkan di sini. Tapi kami memiliki data sejauh ini," kata Swisdak.
Situs Misi : NASA Voyager
M. Swisdak (Institute for Research in Electronics and Applied Physics, University of Maryland, College Park, MD 20742, USA) et.al. A Porous, Layered Heliopause. The Astrophysical Journal Letters, 2013 August 14, DOI:10.1088/2041-8205/774/1/L8

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.