Skip to main content

Virus Kuno Kanker Manusia

Laporan Penelitian - Sisa-sisa virus kuno yang mengendap di genom manusia berpartisipasi dalam kanker, segmen non-coding genom dikenal sebagai vlincRNAs yang dipicu virus kuno.

Virus-virus kuno diabadikan dalam genom manusia yang berperan secara evolusioner dalam perkembangan manusia. Membuka tabir penyakit memberi perbatasan baru dan implikasi penting bagi medis. Peneliti juga melaporkan penghapusan vlincRNAs ini menyebabkan kematian sel-sel kanker.

"Penelitian masa depan terkait peran dan fungsi vlincRNAs menjanjikan diagnostik bertarget dan terapi kanker lebih tepat," kata Philipp Kapranov, biolog St. Laurent Institute di Cambridge.

Sampai dengan 98 persen materi genom manusia merupakan sampah DNA non-coding dan selama bertahun-tahun hanya sedikit ilmuwan yang tertarik menelitinya karena meragukan perannya dalam kesehatan manusia dan penyakit.

Kapranov dan rekan mengidentifikasi segmen non-coding DNA yang digunakan sel untuk membuat RNA seperti vlincRNA, rantai jaringan RNA yang sangat spesifik dengan panjang luar biasa, banyak yang hanya ditemukan dalam sel-sel embrio atau kanker.

VlincRNAs ditemukan dalam dua jenis sel cenderung diungkap berdasar sinyal genetik virus purba yang menjajah genom leluhur manusia jutaan tahun lalu dan secara bertahap menjadi jinak seiring waktu evolusi. Jumlah vlincRNAs sekuen virus berkorelasi dengan perkembangan embrio dan kanker ganas.

"St Laurent Institute mengadaptasi teknologi sequensing molekul tunggal untuk analisis transkriptome global. Kita sekarang memiliki pemahaman lebih besar regulasi transkriptom dengan potensi terapi dan diagnostik lebih baik," kata Georges St Laurent, biolog St. Laurent Institute di Cambridge.
VlincRNAs controlled by retroviral elements are a hallmark of pluripotency and cancer

Georges St Laurent III1,2 et.al.
  1. St. Laurent Institute, One Kendall Square, Cambridge, MA.
  2. Department of Molecular Biology, Cell Biology, and Biochemistry, Brown University, Providence, RI
Genome Biology, 22 July 2013

Akses : DOI:10.1186/gb-2013-14-7-r73

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.