Skip to main content

Twitter Memeta Mood New York

Laporan Penelitian - Twitter mengungkap tempat paling bahagia dan marah di New York. Berkat peta tweet yang memberitahu bagaimana orang merasa di berbagai bagian kota.

Umpan Twitter telah digunakan untuk memetakan suasana di seluruh Amerika. Sekarang Yaneer Bar-Yam dari New England Complex Systems Institute (NECSI) di Cambridge, Massachusetts, dan rekan melakukan analisis serupa tapi lebih halus. Skala kota.

Bar-Yam mengumpulkan ratusan ribu tweet yang dikirim dari wilayah metropolitan New York antara 13 April hingga 26 April 2012. Subset megandung emoticon seperti :-( atau :-). Kemudian software mengklasifikasi tweet sebagai positif atau negatif . Total 603.954 tweet.

"Sejauh mana kita bisa benar-benar mencirikan sentimen," kata Bar- Yam.

Maspeth Creek di perbatasan Queens dan Brooklyn diselimuti perasaan buruk. Sungai Newtown Creek disebut US Environmental Protection Agency sebagai salah satu perairan paling tercemar di negara tersebut. Polusi mempengaruhi bagaimana mood orang-orang di sana.

"Di Rikers Island ada 14.000 narapidana dan 20.000 staf. Ada juga pengunjung. Orang mengharapkan banyak sentimen negatif dari mereka," kata Bar-Yam.

Jalur transportasi seperti Penn Station dan kemacetan lalu lintas seperti pintu masuk ke Brooklyn Bridge tampak banyak membuat orang marah sebagaimana tercermin dalam tweet mereka. Pada catatan bahagia, ruang publik Central Park membuat orang berseri-seri.

"Bahagia adalah Fort Tryon Park yang sangat indah, " kata Bar- Yam.

Analisis menggunakan Twitter memiliki positif dan negatif. Di satu sisi memberikan peneliti akses sejumlah besar pengguna dan keragaman topik. Di sisi lain analisis dapat membuat bingung karena pengguna mungkin bias atau memiliki beberapa account atau menggunakan akun perusahaan.

"Ada perdebatan sedang berlangsung tentang bagaimana menggunakan situs-situs seperti Twitter untuk mengukur tren tertentu," kata Alan Mislove dari Northeastern University di Boston.

Profile Peneliti : Yaneer Bar-Yam

Sentiment in New York City: A High Resolution Spatial and Temporal View

Karla Z. Bertrand1 et.al.

arXiv (Submitted on 22 Aug 2013)

Akses : arXiv:1308.5010v1

Gambar: Karla Z. Bertrand et.al.

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…