Skip to main content

Neutrino Memecat Materi Gelap

Laporan penelitian - Neutrino mungkin memecah materi gelap. Pertama neutrino ruang angkasa sejak dideteksi tahun 1980-an menelurkan misteri materi gelap.

Laporan baru mungkin dapat menjelaskan fitur membingungkan partikel dan menyarankan identitas tidak umum materi gelap. Neutrino, partikel hantu subatomik, secara rutin diproduksi Matahari dan memukul Bumi, tapi selain penjelasan ledakan supernova, tidak ada yang terdeteksi dari luar tata surya.
Awal tahun ini kolaborasi IceCube yang memonitor area 1 kilometer kubik es di Kutub Selatan melaporkan 2 penampakan neutrino ruang yang dijuluki Bert dan Ernie masing-masing dengan massa sekitar 1 petaelectronvolt (1015 electronvolts).

Namun sumber yang diharapkan dari neutrino tersebut termasuk ledakan energik sinar gamma atau emisi lubang hitam supermasif dalam core galaksi aktif juga harus menghasilkan energi neutrino berbeda dari yang dilihat oleh IceCube sejauh ini.

Pasquale Serpico, fisikawan University of Savoy di Annecy-le-Vieux, Prancis, dan rekan bertanya-tanya apakah minimnya energi menjadi tanda pembusukan materi gelap, partikel hipotetik tak terlihat yang diteorikan menyusun 80 persen semua materi alam semesta.

"Ini persis mereproduksi fitur yang Anda lihat dalam IceCube," kata Serpico.

Serpico menghitung partikel materi gelap kelas berat sekitar 1 PEV akan membusuk secara langsung ke neutrino dari sekitar 1 PEV atau menjadi partikel lain dan kemudian ke neutrino dengan energi puluhan TEV.

Beberapa detektor telah melihat tanda-tanda partikel jauh lebih ringan dengan massa 10 gigaelectronvolts. Tidak ada alasan teoritis mengapa materi gelap tidak harus berat. Produksi partikel butuh mekanisme lebih rumit di alam semesta awal sehingga teori cenderung memilih kandidat partikel ringan.

Tidak semua orang sependapat. Secara umum komunitas fisika lebih memilih untuk memiliki materi gelap dominan, tetapi memang tidak harus begitu. Neutrino dilihat oleh IceCube masih dapat dijelaskan oleh sumber standar jika kesenjangan energi hilang.

"Saya tidak berpikir apa pun dalam data yang memerlukan penjelasan lebih eksotis pada saat ini," kata Francis Halzen, fisikawan University of Wisconsin-Madison, dan anggota tim IceCube.
Profile Peneliti : Pasquale Serpico, Francis Halzen

Are IceCube neutrinos unveiling PeV-scale decaying dark matter?

Arman Esmaili, Pasquale Dario Serpico

arXiv (Submitted on 5 Aug 2013)

Akses : arXiv:1308.1105
Gambar: IceCube

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.