Skip to main content

Marker Otentikasi Kopi Luwak

Laporan Penelitian - Orang-orang yang menikmati kopi termahal di dunia dapat segera menyeruput tanpa khawatir. Metode baru mengecek keaslian kopi luwak.

Udi Jumhawan, bioteknolog Osaka University, dan rekan dari Institut Teknologi Bandung mengembangkan metode ilmiah pertama untuk memverifikasi keaslian eksotis Kopi Luwak, kelas kopi termahal di pasaran dunia.

"Kopi Luwak atau civet coffee termahal di dunia, orang membayar US$150 hingga US$200 per pon," kata Eiichiro Fukusaki, bioteknolog Osaka University.

Musang Sawit Asia (Paradoxurus hermaphroditus), mamalia seukuran kucing asli Asia Tenggara dan China Selatan, rutin makan buah kopi, mencerna selubung buah lunak dan meludahkan bijinya. Pekerja mengambil biji kopi, mencuci, fermentasi dan memanggang.

Harga Kopi Luwak menjadi target menggoda untuk penipuan dengan bahan kopi biasa yang dijual sebagai kelas Kopi Luwak atau Kopi Luwak asli yang dicampur dengan kopi murah. Para ilmuwan memutuskan untuk mencari cara dalam mengidentifikasi keaslian.

Jumhawan mengidentifikasi sidik jari kimia unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi Kopi Luwak otentik dan membedakan Kopi Luwak murni dari Kopi Luwak yang dioplos dengan kopi yang lebih murah atau kopi biasa.

"Asam sitrat, asam malat dan rasio asam inositol atau pyroglutamic dipilih untuk verifikasi lebih lanjut dengan mengevaluasi kemampuan membedakan berbagai produk kopi komersial," kata Fukusaki.

"Marker aplikasi potensial diferensiasi konten asli, palsu, biasa dan oplosan. Ini laporan pertama untuk mengatasi seleksi dan sukses validasi penanda diskriminan otentikasi Kopi Luwak," kata Fukusaki.

Satu Teknik yang cukup sensitif untuk memberikan kepada Anda sebuah kepastian ketika menyeruput kopi hitam sampai kandas ke lumpur hangat seharga US$15 per cangkir di pasaran Amerika Serikat.
Udi Jumhawan (Department of Biotechnology, Graduate School of Engineering, Osaka University, Osaka, Japan) et.al. Selection of Discriminant Markers for Authentication of Asian Palm Civet Coffee (Kopi Luwak): A Metabolomics Approach. Journal of Agricultural and Food Chemistry, July 27, 2013, DOI:10.1021/jf401819s

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …