Skip to main content

Bintang Melesat 1000 km/detik dari Large Magellanic Cloud

Laporan Penelitian ~ Sebuah bintang hypervelocity di galaksi Bima Sakti yang bergerak 1.000 kilometer per detik mungkin berasal dari galaksi lain. Sebuah Bintang pembalap yang berlari sangat cepat di galaksi mungkin telah dilempar dari haluan di sebuah galaksi yang lewat lebih lambat dan bersinggungan dengan galaksi kita.

Laporan Penelitian Bintang Melesat 1000 km per detik dari Large Magellanic Cloud

Bintang hipervelocity antar galaksi memiliki ukuran besar dan berumur pendek, tapi menempuh perjalanan dalam kecepatan hingga 1.000 kilometer per detik. Mereka tampak berada dalam kelompok yang tidak biasa di langit belahan bumi utara dan asal mula speedstar besar ini masih teka-teki.

Tapi para ilmuwan University of Cambridge berpendapat bintang-bintang ini mungkin telah terlempar dari Large Magellanic Cloud yaitu sebuah galaksi kerdil yang melaju dengan kecepatan tinggi melewati tepi galaksi Bima Sakti.

Bintang hipervelocity memiliki 3 hingga 10 kali massa Matahari dan bergerak sangat cepat di galaksi yang terbentuk ketika bintang biner masif meledak dalam supernova dan salah satu pasangan terlempar. Mereka melakukan perjalanan antara 500 kilometer hingga 1.000 kilometer per detik.

Para astronom pertama kali mengira bintang-bintang pelari di tepi galaksi mungkin dari lubang hitam raksasa di pusat Bima Sakti. Tapi bintang ini hanya bertahan beberapa ratus juta tahun dan tidak akan cukup mencapai kecepatan maksimum untuk melakukan perjalanan jauh dari pusat galaksi.

"Ini sedikit teka-teki, karena Anda mengira bintang-bintang masif benar-benar sulit untuk mempercepat seperti itu," kata Douglas Boubert, astronom University of Cambridge.

Banyak bintang hipervelocity berkerumun di rasi Leo dan Sextans. Boubert dan tim mengusulkan bintang-bintang itu berasal dari Large Magellanic Cloud yang sedang menempuh perjalanan melewati tepi luar galaksi Bima Sakti pada kecepatan 378 kilometer per detik.

"Mengusir bintang-bintang ini dari galaksi kerdil yang bergerak seperti meletakkan meriam di kereta api, karena pada saat itulah bintang tercepat akan terlempar ke arah yang sama dengan pergerakan kereta," kata Boubert.

Ketika para ilmuwan meniru skenario apa yang mungkin terjadi dengan bintang di Large Magellanic Cloud, hasilnya sangat sesuai dengan data pengamatan di langit. Bintang hipervelocity terdeteksi oleh Sloan Digital Sky Survey dan hanya muncul dalam proporsi langit belahan bumi utara.

Observatorium ruang Gaia-ESA yang diluncurkan pada tahun 2013 mencakup langit yang jauh lebih banyak dari Sloan Digital Sky Survey dan diharapkan mengirimkan data pertamanya tahun depan. Boubert berharap mengungkap lebih banyak bintang dengan arah dan kecepatan yang sama seperti cluster.

"Mereka berada di ujung jalan setapak ini, bagian yang paling padat untutk menyiratkan ada ribuan lagi di langit selatan," kata Boubert.

Douglas Boubert, Denis Erkal, N.W Evans, R.G. Izzard. Hypervelocity runaways from the Large Magellanic Cloud, arXiv, Submitted on 5 Apr 2017, arXiv:1704.01373
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments