Skip to main content

Pewarna Fluorescent Deteksi Kualitas Wiski

Laporan Penelitian ~ Pecinta wiski mendapat kabar gembira. Lidah sintetis dapat memilih kualitas berbeda dalam wiski seperti merek, umur dan negara asal. Istimewanya lagi jika Anda hidup di negara payah seperti Indonesia, alat baru bisa untuk memastikan wiski asli dan kw, kw1, kw2 dan seterusnya dengan tepat.

Laporan Penelitian Pewarna Fluorescent Deteksi Kualitas Wiski

Saat wiski mulai populer di seluruh dunia, para penipu tidak ketinggalan. Dram palsu menyamar sebagai scotches yang mahal dan sulit dikenali tanpa master penyuling. Kimiawan telah mendesain berbagai macam metode, tapi membutuhkan pengetahuan mendalam tentang unsur kimia kompleks.

Sekarang tim peneliti Jerman datang dengan pendekatan sederhana. Pewarna fluorescent membandingkan minuman yang berbeda. Pewarna yang diproduksi secara sintetis, mengeluarkan warna berbeda tergantung pada susunan molekuler dalam minuman.

"Kita bisa menggunakan ini untuk mendeteksi wiski palsu. Jika membeli sebotol wiski mahal, Anda bisa mengetes apakah benar-benar seperti yang Anda kira," kata Uwe Bun, kimiawan Universität Heidelberg.

Spektroskopi massa mengidentifikasi komposisi kimia wiski. Bunz dan tim menggunakan kombinasi 22 pewarna fluoresensi yang berbeda. Bila dicampur dengan wiski, kecerahan masing-masing berubah halus yang mengungkap profil rasa khusus. Proses lebih cepat dan lebih murah daripada banyak metode lain.

LaporanPenelitian.com Pewarna Fluorescent Deteksi Kualitas Wiski

Bunz dan rekan menggunakan pendekatannya untuk membedakan 33 wiski berbeda secara akurat. Distilasi wiski Skotlandia berbeda dengan Irlandia atau Amerika Serikat. Setiap wiski campuran memiliki sidik jari berbeda dengan malt tunggal. Pewarna juga membedakan wiski yang telah tua.

Tidak seperti spektroskopi massa, pewarna tidak dapat mendeteksi sejumlah kecil zat dalam wiski. Tapi dengan membangun profil rasa keseluruhan dengan cara yang sama seperti bahasa lidah manusia, pendekatan ini bagus diterapkan jika dua botol wiski sama.

"Saya penggemar anggur merah dan bukan peminum wiski, tapi sekarang memiliki lebih dari 30 wiski mahal di rumah," kata Bunz.

Jurnal : Jinsong Han et al. A Hypothesis-Free Sensor Array Discriminates Whiskies for Brand, Age, and Taste, Chem, June 8, 2017, DOI:10.1016/j.chempr.2017.04.008

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

Planet KELT-9b Mengorbit di Kutub Bintang KELT-9

LIGO Mendeteksi Gelombang Gravitasi Ketiga Merger Lubang Hitam

Bintang Bermassa Rendah Lahir Berpasangan