Skip to main content

Dinosaurus Belajar Melompat Sebelum Terbang

Laporan Penelitian ~ Sebelum burung bisa terbang, dinosaurus harus belajar untuk melompat. Para ilmuwan berpikir burung dan nenek moyang dinosaurus mereka mungkin mengawali terbang dengan melompat-lompat dan penelitian baru menjelaskan bagaiman tugas jarak jauh diawali dari tugas jarak pendek.

Laporan Penelitian Dinosaurus Belajar Melompat Sebelum Terbang

Para ilmuwan yang mempelajari perilaku burung menemukan bahwa melompat adalah cara terbaik untuk bertengger setidaknya untuk jarak beberapa kaki. Parrotlet yang mendorong kaki ke dahan menggunakan lebih sedikit energi daripada saat mereka mendorong udara dengan sayap.

Parrotlet adalah sejenis burung nuri mini dari Amerika Tengah dan Selatan di kandang Stanford University di California dan memiliki cara yang bagus untuk melestarikan energi saat berkeliaran mencari makanan. Mereka melompat dengan sedikit bantuan kepak sayap dari cabang ke cabang.



"Lompatan dan penerbangan pendek sangat umum digunakan dan berlangsung sangat cepat, kita tidak tahu banyak dibandingkan penerbangan panjang yang sudah sering dipelajari," kata Diana Chin, mahasiswa PhD teknik mesin Stanford University.

Parrotlet melompat hingga 20 cm tanpa menggunakan sayap dan sampai 75 cm dengan bantuan kecil sayap cukup mengesankan bagi makhluk kecil. Ada empat burung nuri dalam penelitian dan gaya lepas landas diukur menggunakan sensor di cabang-cabang pohon.

Chin mengatakan penelitian dapat membuka jendela asal-usul evolusioner dinosaurus arboreal seperti Archaeopteryx, sementara dinosaurus berbulu yang lebih besar seperti Protarchaeopteryx dan Caudipteryx tidak akan mampu menghasilkan kekuatan menggunakan kepakan sayap.

"Kami memodelkan apa yang akan terjadi jika theropoda menggabungkan lompatan panjang dengan sayap parsial. Dinosaurus awal bisa mendapatkan lebih banyak tenaga dengan melompat daripada menggunakan kepakan sayap," kata Chin.

Jurnal : Diana D. Chin and David Lentink. How birds direct impulse to minimize the energetic cost of foraging flight, Science Advances, 17 May 2017, DOI:10.1126/sciadv.1603041

Comments

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

Spesies baru Sulawesi Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Homo naledi Hidup dengan Homo sapiens Sampai Pleistosen Tengah