Skip to main content

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Laporan Penelitian ~ Immanuel Kant benar bahwa kecantikan tidak datang dari langit, melainkan memerlukan pemikiran. Para neurolog melaporkan temuan yang menegaskan klaim oleh filsuf Jerman Immanuel Kant (1724-1804) sebagai salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah filsafat Barat tentang keindahan.

Laporan Penelitian Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Para ilmuwan menguji klaim kembar dari Immanuel Kant dalam karya observasinya berjudul Observations on the Feeling of the Beautiful and Sublime pada tahun 1764 dan Critique of Pure Judgment yang diterbitkan pada tahun 1892.

"Pengalaman keindahan adalah bentuk kesenangan. Untuk mendapatkannya, Anda harus berpikir," kata Denis Pelli, neurolog New York University.

Kedua karya Kant mengemukakan bahwa untuk mengalami keindahan membutuhkan pemikiran, sedangkan kesenangan sensual dapat dinikmati tanpa berpikir dan tidak akan menghasilkan pengalaman keindahan. Para peneliti melaporkan ke Current Biology.

"Dari Iliad Homer hingga industri kosmetik senilai US$500 miliar hari ini, kecantikan selalu penting. Kami mengungkapkan apa yang membuat kecantikan istimewa," kata Aenne Brielmann, kognisian New York University.

Brielmann dan Pelli menguji apakah mengalami keindahan membutuhkan pemikiran, sedangkan kesenangan sensual tidak membutuhkan untuk berpikir. Para peneliti melakukan serangkaian eksperimen di mana partisipan memilih gambar dari Internet yang mereka temukan 'cantik sekali.'

Kemudian diperlihatkan gambar yang mereka pilih dan gambar yang dievaluasi secara independen sebagai 'cantik' dan 'polos'. Duo peneliti mengukur bagaimana memproses kenikmatan sensual, para peserta mencicipi permen rasa buah atau menyentuh boneka beruang dengan berbagai tekstur wol.

Partisipan melaporkan berapa kenikmatan dan keindahan yang mereka rasakan untuk setiap objek. Peserta yang sama harus menyelesaikan tugas secara bersamaan dan di paruh eksperimen mendengarkan urutan huruf dan menekan sebuah tombol setiap kali huruf sama dengan dua huruf belakangnya.

Prosedur tersebut untuk mengalihkan perhatian peserta dari pemikiran tentang citra, permen atau boneka beruang saat mengalaminya. Penambahan gangguan mengurangi perasaan senang dan cantik dalam melihat gambar yang indah, tapi hampir tidak terpengaruh dari hal-hal yang tidak cantik.

Temuan mendukung klaim Kant bahwa kecantikan membutuhkan pemikiran, tapi para ilmuwan terkejut bahwa kesenangan yang kuat selalu indah. Sepertiga partisipan mendapatkan kesenangan yang sangat kuat dari permen atau boneka beruang dan menyebut kenikmatan sensual tersebut adalah 'indah'.

Temuan tambahan membantah klaim Kant yang lain bahwa kesenangan sensual tidak akan indah. Jadi jika Anda mencari kesenangan maksimal carilah kecantikan yang tidak terganggu dimanapun Anda menemukannya, bahkan di permen.

Jurnal : Aenne A. Brielmann, Denis G. Pelli. Beauty Requires Thought, Current Biology, May 11, 2017, DOI:10.1016/j.cub.2017.04.018
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments