Skip to main content

Spesies baru Sulawesi Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai

Laporan Penelitian ~ Dua spesies baru tarsius ditemukan di hutan semenanjung utara Sulawesi dan mendapatkan nama Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai. Hewan bersahaja berukuran kecil, nokturnal, primata predator dari keluarga Tarsiidae muncul sekitar 45 juta tahun lalu.

Tarsius spectrumgurskyae

Temuan dua spesies baru tarsius cukup mengejutkan. Tarsius Spektral Gursky (Tarsius spectrumgurskyae) dan Tarsius Jatna (Tarsius supriatnai) dicatat di habitat Sulawesi Utara adalah primata perantara antara lemur dan monyet, berukuran panjang sampai 6 inci (15 cm) dan berat 100 hingga 150 gram.

Fauna mungil memiliki kaki pendek dan kaki belakang yang memanjang, ekor tipis dan jari-jari panjang. Bulu beludru coklat keabu-abuan atau coklat tua di bagian belakang dan keabu-abuan kerbau di bagian bawah.

Primata menggemaskan memiliki mata besar relatif terhadap ukuran tubuh dari semua mamalia di Bumi, masing-masing biasanya lebih besar dari otak mereka. Mirip dengan burung hantu, tarsius dapat memutar leher 180 derajat penuh di kedua arah.

Anatomi unik memungkinkan mereka menjadi pemanjat vertikal dan melompat 40 kali lebih panjang dari tubuh sendiri. Tarsius adalah primata karnivora di dunia dan umumnya insektivora sepanjang rentang geografis, bahkan beberapa observasi mencatat makan burung kecil, tikus dan kadal.

Tarsius hanya muncul di pulau-pulau di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Filipina. Dua spesies baru Tarsius Jatna dan Tarsius Spektral Gursky ditemukan di Sulawesi, para ilmuwan melaporkan ke jurnal Primate Conservation.

"Nama Tarsius Spektral Gursky untuk menghormati Dr. Sharon Gursky yang telah mengabdikan sebagian besar karir untuk mempelajari ekologi perilaku spesies ini. Sebagian besar karyanya menggunakan taksonomi," kata Shekelle et al.

"Nama Tarsius Jatna untuk menghormati Dr. Jatna Supriatna yang telah mengabdikan sebagian besar kehidupan profesionalnya untuk konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan telah mensponsori banyak kerja kolaboratif internasional tentang tarsius," kata Shekelle et al.

Kedua spesies terlihat hampir sama, tapi panggilan mereka sangat berbeda. Dua spesies baru ini menaikkan jumlah total primata di Indonesia menjadi 80 spesies dan jumlah spesies tarsius yang diakui dari Sulawesi dan pulau-pulau di dekatnya meningkat menjadi 11 spesies.

Tarsius supriatnai

"Dua spesies tarsius baru dari Sulawesi adalah spesies primata ke-80 dan ke-81 sebagai ikon baru untuk ilmu pengetahuan," kata Russ Mittermeier, Executive Vice Chair Conservation International.

"Ini mewakili sekitar 16% dari semua spesies primata yang telah diketahui dan menunjukkan betapa sedikit yang kita ketahui tentang keanekaragaman hayati unik dan indah di planet kita. Bayangkan betapa kita masih harus belajar tentang kehidupan di Bumi," kata Mittermeier.

Jurnal : Myron Shekelle et al. Two New Tarsier Species (Tarsiidae, Primates) and the Biogeography of Sulawesi, Indonesia, 2017, Primate Conservation

Comments

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Homo naledi Hidup dengan Homo sapiens Sampai Pleistosen Tengah