Skip to main content

Kepiting Cangkang Pecah Lebih Gigih Merebut Rumah Baru

Laporan Penelitian ~ Kepiting Pertapa atau Kepiting Cangkang atau Pongpongan (Jawa) yang memiliki cangkang pecah lebih lemah tapi berjuang lebih keras untuk mendapatkan rumah baru. Properti adalah bisnis keras yang melipatkan kekuatan tenaga dan perkelahian gigih untuk membongkar pesaing.

Laporan Penelitian Kepiting Cangkang Pecah Lebih Gigih Merebut Rumah Baru

Penelitian baru menunjukkan kepiting rewel dalam menilai rumah yang rusak dengan kulit terbuka lebih banyak daripada mereka yang memiliki rumah utuh. Tuntutan kenyamanan adalah akumulasi energi bagi kepiting dalam pertarungan dan lebih agresif untuk mendapatkan rumah baru.

Ketika kepiting pertapa sedang menginginkan cangkang baru, mereka secara agresif menyerang lawan dan membongkar saingan dari cangkang. Jika menang akan mendapatkan rumah nyaman dan pesaing yang kalah berjalan telanjang untuk memungut cangkang ala kadarnya.

Laporan sebelumnya menunjukkan kepiting yang memiliki cangkang pecah cenderung menderita gizi buruk, metabolisme tertekan dan tingkat energi rendah. Terlepas dari kelemahan mereka, agresor bertarung lebih gigih daripada mereka yang hidup di cangkang nyaman.

"Kondisi buruk yang berkepanjangan setelah menggunakan cangkang yang pecah tampaknya meningkatkan agresivitas," kata Guillermina Alcaraz, ekolog Universidad Nacional Autónoma de México di México City dalam sebuah pernyataan.

"Cangkang yang pecah memiliki beberapa permukaan tidak utuh, sehingga mengurangi volume internal dan perlindungan. Mereka menggunakan bagian yang relatif kecil dari cangkang yang rusak, tapi tetap harus membawa keseluruhan struktur," kata Alcaraz.

"Situasi ini mempengaruhi nilai subjektif tentang suatu sumber daya jangka panjang dan meningkatkan motivasi untuk berperang," kata Alcaraz melaporkan ke Behavioral Ecology and Sociobiology.

Alcaraz dan rekan memastikan kepiting dengan cangkang yang rusak memang lebih lemah dari rekan mereka yang tinggal dengan cangkang baik. Tapi temuan menunjukkan bahwa kepiting yang rewel mengimbangi massa otot mereka yang berkurang dengan semangat baja.

"Temuan kami menyoroti peran masa lalu yang terkait dengan dorongan dalam pertarungan," kata Gastón Ignacio Jofre, biolog Texas A&M University di College Station.

Jurnal : Guillermina Alcaraz et al. Aggressiveness compensates for low muscle strength and metabolic disadvantages in shell fighting: an outcome of the individual’s past, Behavioral Ecology and Sociobiology, 04 May 2017, DOI:10.1007/s00265-017-2311-7

Comments

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

Spesies baru Sulawesi Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Homo naledi Hidup dengan Homo sapiens Sampai Pleistosen Tengah