Skip to main content

Bakteri Berbicara dengan Otak Untuk Mengontrol Pola Makan

Laporan Penelitian ~ Bakteri usus berbicara dengan otak untuk mengatur pilihan makanan. Para ilmuwan mengidentifikasi tiga spesies bakteri usus yaitu Acetobacter pomorum, Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis yang berdampak pada nafsu makan sehingga menjadi acuan untuk mengambil keputusan diet.

Laporan Penelitian Bakteri Berbicara dengan Otak Untuk Mengontrol Pola Makan

Dunia hewan termasuk manusia memilih makan untuk mengelola kesehatan dan kesejahteraan seperti asupan protein dan asam amino sangat penting bagi hewan, tetapi jika dikomsumsi berlebihan justru memiliki efek merugikan. Banyak hewan melakukan kontrol diet, tetapi faktor yang mengendalikan nafsu makan protein kurang dipahami.

Eksperimen Drosophila melanogaster memungkinkan para ilmuwan membedah interaksi pola diet dari keneksi otak dan bakteri usus. Sekarang tim dari Champalimaud Centre for the Unknown di Lisbon menunjukkan lalat yang kekurangan asam amino mengalami penurunan kesuburan dan meningkatkan nafsu makan kaya protein.

"Hewan terus-menerus dihadapkan pada diet yang berbeda dengan kualitas tidak merata. Untuk mengatasi tantangan ini, mereka bisa mengubah pilihan makanan mereka," kata Ricardo Leitão-Gonçalves et al.

Para peneliti menguji dampak pada pilihan makanan pada lima spesies bakteri yang berbeda yaitu Lactobacillus plantarum, Lactobacillus brevis, Acetobacter pomorum, Commensalibacter intestine dan Enterococcus faecalis yang secara alami terdapat pada usus lalat buah.

Lactobacilli dan Acetobacter pomorum dapat menghindari peningkatan nafsu makan protein pada lalat yang diberi makan makanan tidak mengandung asam amino esensial. Microbiome yang tepat mendorong kemampuan lalat menghadapi situasi gizi yang tidak menguntungkan ini.

Manusia memiliki ratusan bakteri dalam usus yang mengambil peran sama-sama penting, sedangkan lalat buah memiliki lima spesies bakteri utama. Penggunakan model hewan sederhana dapat memberikan wawasan lebih spesifik tentang faktor-faktor yang mungkin penting bagi kesehatan manusia.

"Apakah bakteri bekerja di otak untuk mengontrol nafsu makan? Hipotesis pertama kami bahwa bakteri ini mungkin menyediakan lalat dengan asam amino esensial yang hilang," kata Zita Carvalho-Santos, neurolog Champalimaud Centre for the Unknown di Lisbon.

"Tapi, eksperimen tersebut tidak mendukung hipotesis. Sebagai gantinya, bakteri usus menginduksi beberapa perubahan metabolik yang bekerja langsung pada otak dan tubuh dan meniru keadaan kenyang protein," kata Carvalho-Santos.

Laporan baru mementahkan teori sebelumnya dan menunjukkan bahwa tidak hanya bakteri usus yang bekerja di otak untuk mengubah apa yang ingin dimakan seseorang, tetapi juga mungkin mereka melakukannya dengan menggunakan mekanisme baru yang tidak diketahui.

Jurnal : Ricardo Leitão-Gonçalves et al. Commensal bacteria and essential amino acids control food choice behavior and reproduction, PLoS Biology, April 25, 2017, DOI:10.1371/journal.pbio.2000862

Comments

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

Spesies baru Sulawesi Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Homo naledi Hidup dengan Homo sapiens Sampai Pleistosen Tengah