Skip to main content

Simpanse Gunakan Lumut Untuk Minum Sebagai Tradisi Keluarga

Laporan Penelitian ~ Simpanse menulari trik minum sebagai tradisi keluarga. Tiga tahun lalu, seekor Pan troglodytes schweinfurthii di Hutan Budongo, Uganda, memiliki gagasan brilian menggunakan lumut untuk menyerap air sebagai cara untuk minum, lalu tujuh simpanse lainnya segera meniru.

Laporan Penelitian Simpanse Gunakan Lumut Untuk Minum Sebagai Tradisi Keluarga

Tiga tahun kemudian, para ilmuwan kembali ke lokasi dan menemukan praktik tersebut terus berlanjut menjadi bagian dari budaya simpanse setempat. Sekarang tim yang sama melaporkan bahwa teknik ini terus menyebar dan sebagian besar telah dipelajari oleh keluarga pengguna lumut asli.

Laporan baru menambah teori sebelumnya bahwa ikatan keluarga adalah tempat terpenting dalam transmisi inovasi budaya melalui imitasi dalam sejarah leluhur manusia. Tapi para ilmuwan bertanya-tanya apakah simpanse benar-benar tahu bagaimana melakukannya.

Para ilmuwan membuat eksperimen dengan memberi lumut dan daun di lubang tanah liat tempat simpanse menunjukkan teknik tersebut sebelumnya. Kemudian mereka melihat apakah simpanse akan menggunakan lumut atau daun untuk menyerap air kaya mineral pada masing-masing keluarga.

Sebagian besar menggunakan lumut lagi selama eksperimen dan begitu pula 17 simpanse lainnya yang menunjukkan bahwa praktik tersebut telah meluas. Para peneliti bertanya-tanya faktor apa yang mempengaruhi individu dan kerterhubungan secara sosial atau melalui keluarga.

Ternyata simpanse tidak hanya belajar dari orang tua mereka. Penyebaran inovasi budaya juga dilakukan antar anggota keluarga karena ada juga individu yang belajar teknik dari anggota non-keluarga. Setiap anggota keluarga seperti wadah di mana perilaku ditularkan ke seluruh arah.

"Sekali perilaku telah dikembangkan dan menyebar ke beberapa individu, sebagian besar transmisi akan muncul dalam keluarga, tapi jika Anda bergaul dengan beberapa pengguna alat, Anda kemungkinan masih akan mengembangkan perilaku melalui pembelajaran sosial," kata Thibaud Gruber, kognisian University of Geneva di Swiss.

Laporan simpanse adalah kontribusi luar biasa untuk mempelajari budaya hewan sebagai bukti akumulasi yang menunjukkan bahwa mereka melewati sejumlah tradisi yang berbeda di seluruh Afrika, tapi dapat melihat salah satu di mana sebuah budaya berasal dan kemudian menyebar.

Beberapa penelitian sebelumnya mencatat perilaku baru yang muncul dan menyebar pada populasi hewan melibatkan kera Jepang di Pulau Koshima pada tahun 1950an. Seorang kera betina muda mencuci ubi jalar di sungai sebelum memakannya dan rekan-rekannya segera melakukan hal yang sama. Sejak itu inovasi budaya perilaku menyebar ke keturunan.

Jurnal : Noemie Lamon et al. Kin-based cultural transmission of tool use in wild chimpanzees, Science Advances, 26 Apr 2017, DOI:10.1126/sciadv.1602750
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments