Skip to main content

Rahim Buatan Melahirkan Anak Domba dengan Paru dan Otak Normal

Laporan Penelitian ~ Rahim buatan melahirkan anak domba dengan paru-paru dan otak berkembang normal selama eksperimen empat minggu. Bayi prematur suatu hari nanti akan terus hidup dan berkembang normal dalam rahim buatan mirip tas plastik berisi cairan meniru rahim asli, para ilmuwan melapor ke Nature Communications.

Laporan Penelitian Rahim Buatan Melahirkan Anak Domba dengan Paru dan Otak Normal

Anak domba pada usia gestasi setara janin manusia berusia 23 atau 24 minggu memiliki perkembangan paru-paru dan otak normal setelah satu bulan di rahim buatan. Perangkat serupa mungkin sudah siap untuk digunakan pada bayi manusia prematur dalam tiga sampai lima tahun ke depan jika uji klinis telah dilakukan.

Para ilmuwan telah mencoba selama 60 tahun untuk membuat rahim buatan atau plasenta buatan. Beberapa tim membangun plasenta buatan disebut "extra-corporeal life-support" untuk bayi prematur selama satu dekade. Tapi laporan baru untuk periode satu bulan sangat mengesankan.

"Kita harus banyak belajar untuk keamanannya dan kami siap memulai uji klinis pada manusia. Dua sampai tiga tahun dari sekarang dan tentu saja dalam lima tahun diterapkan pada manusia," kata Alan Flake, pediatris Children’s Hospital of Philadelphia Research Institute.

Di Amerika Serikat ribuan bayi setiap tahun lahir sebelum 28 minggu kehamilan. Mereka yang lahir di tepi viabilitas pada kehamilan 23 minggu sekitar 70 persen meninggal. Banyak bayi selamat memiliki masalah paru dan lainnya. Menempatkan bayi prematur pada ventilator untuk mendapatkan oksigen ke tubuh memiliki hasil beragam.

Upaya awal Flake dan tim membuat rahim buatan termasuk menenggelamkan anak domba dalam cairan di dalam tangki telah gagal karena infeksi segera masuk dan membunuh hewan. Kali ini mereka mencoba meniru lebih dekat apa yang terjadi saat kehamilan normal.

www.Laporanpenelitian.com Rahim Buatan Melahirkan Anak Domba dengan Paru dan Otak Normal

Sistem baru mengambil seekor anak domba melalui operasi caesar dan dipindahkan ke dalam kantong berisi cairan elektrolit. Kantong tertutup rapat meminimalisir risiko infeksi. Selang membawa darah beroksigen ke tali pusar dan pemukulan jantung janin memompa darah pada volume dan tekanan sebanding plasenta asli.

Sementara tim lain sebelumnya telah mencoba menggunakan sistem berbeda yaitu meletakkan tabung di leher dan menggunakan pompa eksternal untuk mengedarkan darah, tapi efek yang terjadi adalah tekanan terlalu banyak sehingga menyebabkan gagal jantung.

Rahim buatan seperti rahim sejati yang memandikan anak domba dalam cairan yang dibutuhkan untuk pengembangan paru secara tepat. Tim Flake mencegah anak-anak domba menarik napas karena sedikit saja udara bisa membahayakan perkembangan paru-paru.

Versi tim Flake hanya berlaku bagi bayi prematur yang segera dikeluarkan melalui operasi dan dimasukkan ke dalam inkubator cairan untuk mengesampingkan sekitar 50 persen bayi sangat prematur yang lahir dengan vaginal.

Perangkat Flake juga mengalami kendala untuk bayi manusia karena beberapa alasan teknis. Sistem memerlukan operasi janin sangat halus untuk menghubungkan tali pusar ke inkubator saat bayi masih menempel pada ibu. Hanya beberapa rumah sakit di dunia yang mampu untuk melakukan operasi semacam itu.

Jurnal : Alan W. Flake et al. An extra-uterine system to physiologically support the extreme premature lamb, Nature Communications, 25 April 2017, DOI:10.1038/ncomms15112
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments