Skip to main content

Teleocrater rhadinus, Dinosaurus Relatif Awal Sebelum Burung dan Buaya

Penelitian ~ Teleocrater rhadinus, dinosaur awal relatif seperti buaya hidup pada Trias Tengah lebih dari 245 juta tahun yang lalu atau pra-dating benar-benar dinosaurus pertama pada selisih 10 juta tahun. Makhluk purba muncul dalam catatan fosil setelah sekelompok besar archosaurs menjadi cabang burung dan cabang buaya.

Laporan Penelitian Teleocrater rhadinus, Dinosaur Awal relatif sebelum Burung dan Buaya

Teleocrater rhadinus memiliki leher dan ekor panjang 2 hingga 3 meter berjalan dengan empat kaki seperti buaya. Temuan menjungkirbalikkan prasangka tentang morfologi kerabat dinosaurus awal dengan banyak paleontolog mengantisipasi bahwa makhluk akan menjadi lebih kecil, bipedal dan seperti dinosaurus.

“Temuan penting spesies baru adalah pengalaman sekali dalam seumur hidup,” kata Dr Sterling Nesbitt, paleontolog Virginia Tech.

T. rhadinus menantang pondasi model kerabat dekat dinosaurus. F. Rex Parrington pertama kali menemukan fosil di Ruhuhu Basin, Tanzania selatan, pada tahun 1933. Almarhum Alan J. Charig sebagai kurator fosil reptil, amfibi dan burung di Natural History Museum of London, Inggris, pertama kali mempelajari spesimen asli pada 1950-an.

Tapi kurangnya tulang penting seperti pergelangan kaki tidak bisa menentukan apakah T. rhadinus itu lebih erat terkait dengan crocodylians atau dinosaurus. Spesimen baru yang ditemukan pada tahun 2015 cukup untuk menjernihkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tulang pergelangan kaki utuh dan bagian lain dari kerangka membantu para ilmuwan menentukan bahwa T. rhadinus adalah salah satu anggota tertua dari pohon archosaur dan memiliki tampilan buaya setelah 80 tahun pekerjaan ilmiah harus dipahami. Langkah selanjutnya adalah kembali ke Tanzania untuk menemukan kerangka lainnya.

Jurnal : Sterling J. Nesbitt et al. The earliest bird-line archosaurs and the assembly of the dinosaur body plan, Nature, 12 April 2017, DOI:10.1038/nature22037

Comments

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

Spesies baru Sulawesi Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Immanuel Kant Benar Bahwa Kecantikan Membutuhkan Pemikiran

Homo naledi Hidup dengan Homo sapiens Sampai Pleistosen Tengah