Langsung ke konten utama

Skizofrenia Muncul Setelah Homo sapiens Berpisah dari Homo neanderthalensis

Skizofrenia Muncul Setelah Homo sapiens Berpisah dari Homo neanderthalensis
Penelitian ~ Skizofrenia muncul setelah Homo sapiens menyimpang dari Homo neanderthalensis. Hubungan antara risiko genetik hingga skizofrenia ditanggung dalam sejarah evolusi manusia.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan serius yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bertindak menyelinap dalam teka-teki evolusioner sepanjang sejarah manusia dan terus berlanjut meskipun efek parah mengurangi kelangsungan keturunan.

"Beberapa ilmuwan berpikir skizofrenia adalah efek samping varian gen menguntungkan terkait akuisisi sifat-sifat manusia seperti bahasa dan kognitif kompleks yang mungkin meningkatkan kecenderungan pengembangan psikosis," kata Ole Andreassen, psikiatris University of Oslo.

Para ilmuwan mengkuas genetika Neanderthal untuk menentukan daerah-daerah tertentu bentangan genom yang memberikan wawasan asal-usul skizofrenia dalam sejarah evolusi. Analisis data genetik sebelumnya menunjuk skizofrenia tumpang tindih dengan informasi genomik Neanderthal.

"Kami menganalisis studi terbaru asosiasi genom skizofrenia dan berbagai fenotipe manusia lainnya menggunakan kerangka kerja statistik yang mengacu arsitektur poligenik dan informasi tambahan pada varian genetik," kata Andreassen.

Informasi ukuran proksi evolusi selektif Neanderthal memberitahu kemungkinan bahwa daerah tertentu genom menjalani seleksi positif sesaat setelah percabangan anatomis manusia modern dan Neanderthal. Daerah genom manusia dikenal sebagai lokus risiko lebih mungkin penyimpangan dari genom Neanderthal.

Analisis tambahan menentukan lokus yang terkait sapuan evolusi menunjuk beberapa varian gen yang mengalami seleksi positif terkait dengan proses kognitif. Lokus gen lain yang diketahui terkait skizofrenia dan sebelumnya dipertimbangkan memiliki peran kausal dalam gangguan.

"Kerentanan skizofrenia meningkat setelah perpisahan manusia modern dari Neanderthal dengan demikian mendukung hipotesis bahwa skizofrenia adalah produk sampingan evolusi kompleks otak manusia," kata Andreassen.

Skizofrenia adalah produk pembangunan modern yang muncul setelah manusia menyimpang dari Neanderthal membuka wawasan teoritis bahwa hominid awal tidak memiliki gangguan ini.

Jurnal : Saurabh Srinivasan et al. Genetic Markers of Human Evolution Are Enriched in Schizophrenia, Biological Psychiatry, October 21, 2015, DOI:10.1016/j.biopsych.2015.10.009

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…